12 Januari 2023 | Dilihat: 54 Kali
Pelatihan Pegiat Pariwisata Tolitoli Dimulai Februari Tahun Ini : BERIKUT MATERI DAN SYARAT PESERTA
noeh21

Tolitoli infoaktual.id | Seperti dikabarkan sebelumnya, Dinas Pariwisata Kabupaten Tolitli Sulawesi Tengah (Sulteng), mendapat sokongan Dana DAK dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sekitar Rp 700 Juta.

Sokongan yang diberikan Kemenparekraf lewat Deputi Destinasi dan Infrastruktur, Vinsensius Jemadu itu, menyusul Desa Malangga Kecamatan Galang dicematkan Anugrah Desa Wiasata 50 terbaik Indonesia, Nopember 2022 silam.

Seperti diungkap Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Tolitoli, Nurahman Syah,SP.MM alias Maman terdahulu, dana sokongan DAK Rp 700 Juta tersebut diproyeksikan untuk pengembangan Desa Wisata bidang SDM (Sumber Daya Manusia) pelaku bisnis Pariwisata dimasing-masing potensi yang  ada di Kota Bupati Amran Haji Yahya itu.

Adapun pengembangan dimaksud meliputi lima kegiatan berupa pelatihan, dimana dua diantaranya dimulai Februari 2023 ini, yakni pelatihan manajemen Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan Marketing berbasis digitalisasi, konten.

“Jadi dua itu dulu yang kita fuss. Kita perkuat dulu manajemen dan konten pemasarannya yang dibentuk dalam Pokdarwis mereka nanti,” terang Mmaman. sang inovator destinasi Wisata Tolitoli itu.

Ditanya soal peserta, sang inovator destinasi Wisata Tolitoli itu mengatakan batas kuota peserta sebanyak 40 orang per pelatihan sebagai perwakilan masing-masing Desa yang miliki spot Wisata tapi belum dikelolah sesuai standar, seperti sudah dicapai Desa Malangga.

“Jadi yang nanti kita Tarik nanti, antara lain spot bahari di Teluk Jaya (Puncak Surga di Tolitoli Utara, sekitar 35 KM arah urata Kota Tolitoli,red),” ujarnya.

Disana, pemandangannya tambah Maman, memang luar biasa,  disamping juga banyak tradisi yang masih dipertahankan, semisal musik bambu.

“Itu satu, kemudian kita punya Lalos (hamparan pantai di ujung landasan Bandara Lalos, 9 Km dari pusat Kota,red). Dari situ, ada Ginunggung. Ginunggung ini banyak yang unik-unik,” kata Maman menggambarkan.

Terus, Ogodeide, Sambujang (bagian selatan Tolitoli,red) dan lain-lain lanjutnya, sehingga keseluruhan kurang lebih ada 17 Desa nanti yang kita harap berkembang setelah dilatih.

“Untuk Instruktur, saya rencana ambil dari Desa Paripuran Bali, namanya Wawan Ode. Orang ini pegiat Desa Wisata sukses di Desanya,” tuturnya, sambil ditambahkan berkat Festival yang dia bikin, Desa Paripuran jadi dikenal wisatawan luar negri.

Terhadap prospek yang bakal didapat setelah pelatihan, hingga membuat kemenparekraf demikian konsent, Maman mengungkapkan bahwa sumber devisa terbesar Indonesia diperoleh dari pariwisata.

“Pada 2019 saja, penerimaan Negara disentor ini, kalau tidak salah ada dikisaran U$S 16,9 Miliar per tahun. Jika dikurskan Rp 15.400 sekian, maka terdapat Rp 263 sekian miliar petahun,” ujarnya.

Sementara destinasi wisata kata dia, adanya di Desa dan pulau-pulau kecil. Karena itulah kementrian memberi perhatian lebih terhadap masyarakat pedesaan untuk berinovasi, sehingga potensi destinasi dipedesaan menjadi bernilai secara ekonomi.

Perhatian dimaksud, yaitu untuk bagaimana disekitar destinasi yang demikian kaya menjadi bernilai, tentu dengan gerakan Sadar Wisata.

Karena itu, untuk mewujudkan Gerakan Sadar Wisata di Tolitoli, sehingga ekonomi kerakyatan dan PAD meningkat, tidak hanya inovasi yang diperlukan.
 
“Lebih dari itu, iklim yang kondusif harus diperhatikan semua pihak, supaya pengunjung merasa nyaman dan mau berlama-lama di spot-spot yang demikian melimpah, baik sensasi keindahannya maupun objek untuk penilitian,” pungkas kabid Destinasi Nurahman Syah,SP.MM.(athia)
 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : BCA 7920973498