Infoaktual.id Poso | Akademikus,
Rocky Gerung menyebut dirinya ke Kabupaten Poso,
Sulawesi Tengah, untuk melakukan konsolidasi – konsolidasi itu dia namakan konsolidasi akal sehat. "Konsolidasi akal sehat," kata Rocky dalam pesan
WhatsApp, Sabtu (13/11).
Sebelumnya, mantan Dosen Universitas Indonesia (UI) itu dikabarkan akan menghadiri kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Sintuwu Maroso (Unsimar) Poso.
Rocky juga membenarkan ia mengunjungi Poso pada hari ini."Ya" singkatnya dalam pesan
WhatsApp, Jumat (12/11) malam.
Senada dengan itu, Dekan Fakultas Hukum Unsimar Poso, Abdul Muthalib Rimi mengatakan kedatangan Rocky tak hanya memberikan mata kuliah umum di kampusnya. Namun, bersama Rocky pihaknya berlibur di Kelurahan Tentena, Poso.
Kesempatan itulah dimanfaatkan oleh Unsimar Poso untuk mengundang Rocky Gerung memberikan materi dalam kuliah umum.
Adapun materi kuliah ialah Kebijakan Publik di Bidang Sumber Daya Alam Daerah Dalam Perspektif Otonomi Daerah.
“Beliau (Rocky Gerung,red) mau ke Tentena, piknik mungkin dia, perjalanan tour ke Tentena beliau itu. Kan daerah wisata,” ujar Abdul Muthalib Rimi saat dihubungi
via telepon
WhatsApp, Jumat (12/11) malam.
Ia mengungkapkan, alasan Fakultas Hukum Unsimar Poso mengundang Rocky menjadi pemateri dalam kegiatan kuliah umum di fakultasnya, karena ketertarikan Rocky Gerung sebagai akademisi. Sehingga kata dia, Rocky berkeinginan bertemu para mahasiswa.
“Kan orang berilmu bagus kalau dia (Rocky, red) bagi-bagi ilmunya,” ujarnya. Abdul Muthalib menjelaskan, kehadiran Rocky Gerung di kampusnya hanya memberikan materi kepada mahasiswa dari semester 1 sampai 5 yang berjumlah 50 orang.
“50 orang itu kita ambil dari semester ganjil yaitu semester 1, 3, dan 5. Semester 7 tidak karena masih dalam masa KKN,” katanya.
Ditambahkan, pihaknya berharap Rocky Gerung dapat mentransfer pengetahuannya kepada mahasiswa, dan tidak ada tujuan selain itu.
“(Harapannya) ia bisa mentransfer ilmunya ke mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Sintuwu Maroso supaya mahasiswa yang ada di sini bisa pintar. Itu saja, tidak ada nuansa politiknya,” ujarnya. (paluposo/miftahul/thia)