21 Januari 2023 | Dilihat: 17 Kali
Pelayanan SPKT Polres Tolitoli
noeh21

Tolitoli.infoaktual.id I Kamis siang, 19 Januari 2023 kemaren, bersama team media, lagi lagi aku masih datangi Polres Tolitoli. 

Telah berlalunya peristiwa penyerahan berkas BAP plus diri terlapor, Jurnalis kondang Udin Lamatta di kasus UU ITE oleh penyidik Polres, ke pihak Kejaksaan Negeri Tolitoli, 

Barangkali saja bagi pihak penyidik rasa telah tuntaskan tugas, telah pula penuhkan desakan demi desakan pelapor. 

Siapakah sang pelapor ? Siapa lagi kalau bukan mantan penguasa daerah ini, yang menengarai dirinya telah difitnah, dihina serta dicemarkan nama baiknya oleh pemberitaan tentangnya. 

Lalu darimanakah informasi penyidik didesak pelapor ? Salah seorang penyidik yang mencetuskannya sendiri, ketika beberapa kali mengejar kesediaan Pemredku untuk di BAP kala itu.

Seorang yang mengaku Raja nya masyarakat Tolitoli ini (seolah) tidak menyadari, kesalahan yang telah dilakukannya jauh lebih besar dan berlapis lapis. Nyata, serta  terang benderangnya..

Dibanding sekedar rangkaian kalimat jujur di pemberitaan, ungkapan keresahan seorang putra daerah ini , yang gelisah serta tidak relakan tanah kelahirannya, dikotori laku tak elok, pelanggaran UU serta kesewenang wenangan akan hak masyarakatnya

Selain adalah tugas sebagai seorang Jurnalis, menebar informasi atas peristiwa apapun yang terjadi tanpa kecuali,  kepada publik.

Jikalau penyidik Polres rasa telah tuntaskan kasus terkait UU ITE ini. dengan telah men tersangka kan terlapor, melakukan aksi jemput paksa, lalu mem BAP atas perintah P-19, dikemudiannya menyerahkannya ke pihak Kejaksaan pada Senin 16 Januari lalu,  

Tapi bagi mediaku, peristiwa itu bahkan titik awal, lakukan penyegaran kembali atas laporan demi laporan yang selama hampir dua tahun lamanya, terkesan terbiarkan di Polres Tolitoli. 

Penyerahan berkas BAP plus diri Jurnalis senior Udin Lamatta terkait kasus UU ITE di Kejaksaan Negeri Tolitoli Senin lalu, bukanlah akhir bagi perjuangan media kami.

Pekan ini, Kamis siang 19 Januari 2023, Pemred media online infoaktual.id,  kembali melapor di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tolitoli. Lagu lamapun kembali melantun disana. Barangkali merupakan sebuah "tradisi" di Institusi ini, 

Pelapor, Jurnalis Udin Lamatta,  terlebih dulu lewati serangkaian diskusi demi diskusi, perdebatan demi perdebatan, 

dari ruang SPKT berpindah menuju ruang Reskrim, lalu sebaliknya. Tapi diujungnya, laporan itu belumlah diterima. Meski bukan juga ditolak. 

Idealnya, bukankah tugas di SPKT menerima saja laporan masyarakat yang masuk, siapapun mereka dan  apapun laporannya. 

Persoalan kemudiannya, apakah laporan itu akan layak ditindak lanjuti ataukah tidak, bukanlah bagian dari urusan pelapor. 

Siang kemaren, ketika Pemred berdiskusi dengan penyidik atas laporannya di ruang Tipidter, sesuai petunjuk  petugas yang ada di ruang SPKT, 

yang terjadi adalah saran seorang penyidik, untuk lakukan pengaduan. Bukan sebuah laporan. 

Penyidik belum bisa tentukan, kasus yang dilapor Pemred akan masuk di pasal manakah dari yang tersedia di draft laporan. 

Sudah barang tentu Pemred mediaku keberatan. Dengan argumen andai dikemudiannya melapor ke tingkatan lebih tinggi, ketiadaan LP sebuah kendala bagi pelapor. 

Sambil terus menulis catatan kecil di tab, aku menyimak diskusi seru antar penyidik dengan Pemred siang itu. 

Dalam diamku muncul ketidak mengertian atas sikap seorang penyidik yang kesankan ENGGAN terima laporan Pemred.

Masak iya sih seorang penyidik tidak mengerti keterkaitan kasus dengan pasal di UU. Aku bergumam sendiri dalam hati. 

Ada rasa aneh, terlebih ketika penyidik bahkan sodorkan alternatif ke Pemred sebagai pelapor,  bisakah tentukan di pasal manakah tepat untuk kasus yang dilapornya.

Pemred spontan nyatakan ketidaktahuannya, mengaku sebagai masyarakat pelapor yang buta hukum. Tentu pernyataan itu bukanlah sesungguhnya. 

Aku meyakini, Pemred hanyalah menempatkan diri pada porsinya. Penyidiklah yang lebih kompeten lakukan hal ini.

Diskusi di ruang Tipidter siang itu (lagi lagi) belumlah berujung. Tapi terhenti. Seorang penyidik tiba tiba teringat urusan pribadi yang telah tiba waktunya harus dilakukan. 

Penyidik lainnya berinisiatif janjikan hendak konsultasikan terlebih dulu ke atasanya. Kasat Reskrim yang saat itu tidak di tempat.

Ketika tinggalkan Polres menuju giatku selanjutnya, dalam perjalanan aku jadi teringat kisah anak anak yang tengah berlibur di pulau Bali bersama kedua orang tuanya. 

Ketika keluarga kecil yang nampak bahagia itu tengah nikmati makan pagi disebuah Hotel, anak anak itu dibuat bingung pemandangan disekelilingnya.
Betapa para wisatawan asing itu dengan ringan menyantap roti gunakan kedua tangannya. 

Sementara ajaran yang tersimpan dalam pikiran tentang tata cara makan ala Western adalah gunakan pisau plus garpu ketika menyantap roti..

Akhirulkalam, serius aku jadi pusing sendiri memikirnya..
(Athia)

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : BCA 7920973498