12 Februari 2021 | Dilihat: 263 Kali
Operasi PMI Untuk Gempa Sulbar Berlanjut Sampai Mei Mendatang.
noeh21

Mamuju,infoaktualnews.id | Sejak awal terjadinya bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Palang Merah Indonesia (PMI) telah melakukan respon bencana dengan ikut melakukan evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, pembangunan hunian darurat, Dukungan psykososial, pemulihan hubungan keluarga, serta mendistribusikan air bersih kepada korban terdampak.


Ketua PMI Provinsi Sulawesi Barat,  Enny Anggraeny Anwar, mengatakan, Meskipun pemerintahan provinsi Sulawesi Barat telah mencabut masa tanggap darurat bencana (TDB) gempa, akan tetapi PMI masih akan terus beroprasi dan memberikan bantuan serta pelayanan kepada para penyintas hingga bulan Mei 2021 mendatang.

"Kepada para penyintas atau korban terdampak yang saat ini mengungsi tidak perlu khawatir karena PMI masih ada di sini untuk memberikan berbagai bantuan dan pelayanan kepada kita sekalian hingga pada bulan Mei mendatang" kata Enny sapaan akrabnya, saat meninjau kemp pengungsian terpadu PMI di Desa Botteng, Kamis (11/2/21)

Enny menambahkan, operasi kemanusiaan yang dilakukan PMI  mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak, khususnya Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), sehingga pihaknya akan terus menyalurkan berbagai bantuan yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

Berbeda dengan yang lainnya, bantuan yang disalurkan PMI tidak hanya sebatas kebutuhan pokok masyarakat seperti sembako saja, akan tetapi ada juga berbagai jenis bantuan lainnya seperti yang didistribusikan pada Kamis, (11/2) ini, PMI menyalurkan paket bantuan berupaya family, baby dan hygiene kit untuk ratusan kepala keluarga yang terdampak bencana di Desa Botteng. Ini sebagai bentuk kepedulian PMI yang akan terus hadir di tengah para penyintas untuk meringankan penderitaannya.

Hingga saat ini PMI masih terus memberikan berbagai pelayanan kepada para penyintas seperti layanan kesehatan, program dukungan psikososial, penyaluran air bersih, hingga pelayanan pemulihan hubungan keluarga. Selain itu, PMI juga menyediakan layanan hotline via telpon dan whatsapp bagi masyarakat yang ingin bertanya mengenai pelayanan yang ada di PMI atau linformasi seputar gempa Sulbar dengan menghubungi di nomor 0853-1545-9537.

"Masih banyak bantuan yang akan diberikan PMI untuk warga yang terdampak bencana gempa bumi ini, maka dari itu masyarakat diimbau untuk tetap bersabar karena PMI masih ada dan jangan sungkan untuk menghubungi relawan kami jika membutuhkan sesuatu," tambahnya.

Enny yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulbar mengatakan, ke depannya PMI bekerjasama dengan pemerintah untuk memberikan bantuan perbaikan rumah, namun pihaknya mengimbau kepada warga yang terdampak untuk jujur saat dilakukan pendataan oleh petugas.    

Di sisi lain, ia mengimbau kepada penyintas, meskipun saat ini kondiisinya masih memprihatinkan dan tinggal di tenda pengungsian dengan aktivitas yang terbatas, tetapi pengungsi harus tetap menjaga kebersihan dan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 seperti selalu menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun secara rutin dan selalu menjaga jarak. 

"Jangan sampai selamat dari bencana gempa bumi, tetapi menjadi korban penyebaran COVID-19. Apalagi seperti diketahui, pengungsian merupakan lokasi yang paling sangat rawan terhadap  penyebaran virus mematikan ini," katanya. (Emil Estiawan)
 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963