Wakil Wali Kota Palu Kunjungi Peternakan Sentra Ayam Petelur di Pengawu
Infoaktual.id Palu || Didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Imelda Liliana Muhidin SE.MAP, kunjungi peternakan sentra ayam petelur KSUM (Koperasi Saudara Unggas Mandiri) di Jalan Malontara, kelurahan Pengawu, Sabtu (02/05/2026).
Pastinya, dalam kunjungan itu, Wakil Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Lukman, SPt MM, dan Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, Achmad Arwien Afries ST.MT.
Kehadiran Wakil Wali Kota kali ini untuk menyaksikan langsung aktivitas peternakan, sekaligus memastikan pengelolaan kawasan peternakan berjalan sesuai peruntukan tata ruang yang telah ditetapkan.
Di sini, Imelda bilang pihaknya bersyukur atas keberadaan kelompok peternak yang tergabung dalam Koperasi Saudara Unggas Mandiri yang telah beroperasi dan berkembang di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah hari ini saya ke para peternak telur yang tergabung dalam kelompok Saudara Unggas Mandiri yang sudah beroperasi,” ujar Wakil Wali Kota.
Dikatakan Wakil wali kota, dalam kunjungan tersebut pihaknya meminta Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan untuk melakukan pemetaan lahan secara lebih terstruktur, guna memastikan kejelasan peruntukan kawasan, antara lahan pertanian, peternakan, dan permukiman.
“Kami meminta Dinas Tata Ruang untuk memetakan lahan. Ada beberapa yang seharusnya bisa masuk dalam kawasan tata ruang, supaya jelas mana lahan pertanian, lahan peternakan maupun pemukimann,” kata wakil wali kota itu.
Jangan sampai mereka merasa ini untuk peternakan tambah Imelda Liliana, padahal itu untuk pemukiman. Wakil Wali Kota juga menyoroti potensi besar kawasan tersebut dari sektor peternakan dan pertanian.
Dikatakan, terdapat sekitar 40 hektar lahan dengan jumlah 48 kepala keluarga (KK) yang mengelola kurang lebih 200.000 ekor ayam petelur.
“Dengan luas sekitar 40 hektar, terdapat 48 KK dengan 200.000 ekor ayam. Ada beberapa lahan kosong yang sudah memiliki rencana untuk ditanami mangga, alpukat, dan kelapa. Kami berharap setiap lahan dapat tertata dengan baik,” tambah wakil wali kota.
Tidak hanya itu, kawasan tersebut juga memiliki potensi pengembangan hortikultura, seperti tanaman tomat dan cabai, yang dapat menjadi sumber pangan bagi Kota Palu.
Menurut wakil wali kota, hasil produksi telur dari kawasan ini juga memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, termasuk pemenuhan kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penanganan stunting di Kota Palu.
“Telur-telur dari sini ternyata digunakan untuk kebutuhan MBG maupun penanganan stunting. Ini sangat membantu dalam menunjang program pemerintah,” ungkap wakil wali kota.
Di akhir kunjungannya, Wakil Wali Kota menegaskan komitmen Pemkot Palu untuk terus pendampingi para peternak, agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. “Kita harus dampingi mereka,” tutup Wakil Wali Kota. (imron/ica/hl)