Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Palu Melepas Peserta QJI 2026: Ajang Digitalisasi Sistem Pembayaran Lewat Promosi Kuliner Khas Daerah.
Infoaktual,id Palu || Mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa S.STP.M.Si, melepas secara simbolis peserta QJI (QRIS Jelajak Indonesia) 2026 Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (11/07/2026), di Lapangan Vatulemo Palu.
Sebagaimana diketahui, QJI adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Jelajah Indonesia. Ajang QJI (QRIS Jelajah Indonesia) 2026 di Palu ini diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulteng.
Adalah program mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital lewat promosi kuliner khas daerah.
Dalam membacakan sambutan Wali Kota, Rahmad Mustafa mengatakan Pemkot Palu mengapresiasi, dan menghaturkan terima kasih kepada BI Sulteng yang konsisten menghadirkan berbagai program inovatif dalam mendorong percepatan digitalisasi sistem pembayaran di daerah, dalam hal ini di Kota Palu.
"Atas nama Pemerintah Kota Palu, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah atas komitmennya menghadirkan program-program yang mendukung transformasi digital, khususnya dalam penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan QRIS," ujar asisten.
Menurut asisten, QRIS Jelajah Indonesia ini bukan sekadar sebuah kompetisi, melainkan gerakan bersama untuk memperkenalkan kekayaan kuliner local, sekaligus membiasakan masyarakat menggunakan sistem pembayaran digital yang cepat, mudah, aman, dan efisien dalam berbelanja kuliner.
Ditegaskan Asisten Rahmad, transformasi digital merupakan sebuah keniscayaan yang harus direspons oleh seluruh pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), agar mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Asisten juga menekankan bahwa Pemkot Palu terus mendukung upaya digitalisasi yang dilakukan Bank Indonesia di Sulawesi Tengah.
Hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Palu melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dalam mendorong pemanfaatan transaksi non-tunai di berbagai sektor.
"Pemerintah Kota Palu berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan transaksi digital," kata asisten.
Oleh karena itu ujar Asisten, Pemkot Palu berharap ajang ini menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan kuliner khas Kota Palu dan Sulawesi Tengah kepada masyarakat yang lebih luas, meningkatkan omzet pelaku UMKM, serta memperkuat posisi Kota Palu sebagai daerah yang adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Kepada seluruh peserta, asisten mengucapkan selamat mengikuti kompetisi dan mengajak mereka menjadikan kegiatan tersebut sebagai ajang belajar, berkolaborasi, sekaligus menjadi duta dalam mengampanyekan penggunaan QJI kepada masyarakat.
Ada sebanyak 10 tim yang telah melalui proses seleksi ambil bagian dalam kompetisi tersebut guna mempromosikan kuliner Indonesia, khususnya kuliner khas Sulawesi Tengah.
Tim-tim terbaik nantinya akan mewakili Sulawesi Tengah pada kompetisi tingkat wilayah hingga berkesempatan melaju ke tingkat nasional.
Yang jelas, melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal keunggulan kuliner daerah, sekaligus meningkatkan penggunaan QJI sebagai instrumen pembayaran digital yang aman, praktis, dan efisien dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. (imron/hl)