Rawat Ketahanan Pangan Daerah, Wawali Kota Palu Buka Rapat Koordiansi dengan Pelaku Komoditas Strategis
Infoaktual.id Palu || Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin SE.M.A.P, buka rapat koordinasi soal rencana kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dengan pelaku komoditas, antara lain distributor dan produsen komoditas strategis, Rabu (24/6/2026).
Rapat yang berlangsung di ruang kerja Wawali ini dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rahmad Mustafa S.STP.M.Si, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta sejumlah pejabat perangkat daerah terkait.
Rapat koordinasi kali ini merupakan bagian upaya Pemkot Palu dalam merawat sistem ketahanan pangan daerah melalui kolaborasi yang lebih terstruktur dengan para pelaku distribusi pangan yang selama ini berperan penting dalam menjaga pasokan kebutuhan pokok masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Asisten Rahmad mengungkapkan saat ini pemerintah tengah melakukan pendataan dan inventarisasi ulang terhadap distributor pangan yang beroperasi di Kota Palu sebagai dasar penyusunan skema kerja sama ke depan.
“Kita menginventarisir kembali distributor-distributor kita, distributor pangan yang berada di Kota Palu,” kata asisten, sambil menambahkan pekan depan Pemkot Palu akan menggelar pertemuan lanjutan dengan sekitar 32 distributor komoditas pangan strategis.
Sebagaimana diketahui, pertemuan tersebut difokuskan pada penyusunan konsep kerja sama yang melibatkan pemerintah daerah, distributor, serta instansi teknis terkait.
Dujelaskan Asisten Rahmad, kerja sama itu memiliki dua tujuan utama, yakni memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat, serta menjaga stabilitas harga komoditas di tingkat distributor.
“Pertama untuk memastikan bahwa ketersediaan pangan ini ada di Kota Palu. Kemudian untuk bisa mengendalikan harga-harga di distributor,” ujarnya.
Pemerintah Kota Palu juga ingin memperkuat rantai pasok pangan local lanjut Rahmad, dengan mendorong keterhubungan yang lebih erat antara distributor dan kelompok tani.
Dijelaskan Asisten, dengan pola tersebut, hasil pertanian lokal diharapkan terserap terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Palu sebelum didistribusikan ke wilayah lain.
Oleh karena itu, koordinasi dengan distributor maupun petani harus senantiasa berjalan melalui dinas terkait, sebagaimana selama ini dilakukan, dan pula forum bersama di pekan depan diharapkan menjadi wadah untuk menyatukan komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
Ditegaskan Asisten, distributor yang akan dilibatkan berasal dari berbagai sektor komoditas strategis, mulai dari minyak goreng, telur, daging ayam, hingga sejumlah kebutuhan pokok lainnya yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasar.
Lebih jauh, asisten menegaskan langkah yang ditempuh Pemerintah Kota Palu saat ini merupakan bentuk antisipasi dan penguatan sinergi, bukan karena adanya gangguan terhadap ketersediaan maupun harga pangan di daerah.
“Ini bukan karena ada masalah. Justru ini sebagai langkah konkret pemerintah Kota Palu untuk bersinergi dengan seluruh stakeholder, termasuk para distributor dalam membangun perekonomian daerah, “ terang Asisten.
Alhamdulillah kata dia melanjutkan, kondisi harga di pasar saat ini masih terjangkau dan relatif stabil. Yang kita lakukan sekarang adalah menjaga agar kondisi ini tetap terpelihara,” tutur asisten.
Baik, yang pasti harapan Wawali Imelda selaku Pemkot Palu bahwa melalui kerja sama yang sedang dipersiapkan itu, tercipta ekosistem pangan yang lebih kuat, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat, pelaku usaha distribusi, maupun petani lokal sebagai bagian dari penggerak ekonomi kota kelor ini. (jufri/imron)