Di Bawah Komando Kapolresta Palu, Tim URC Resmob Tadulako Berhasil Kendalikan Tawuran Antar Warga Kelurahan Nunu dan Tatura di Anoa
Infoaktual.id Palu || Tim Unit Reaksi Cepat (Urc) Reserse Mubile (Resmob) tadulako yang dikomando langsung Kapolresta Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), Kombes Pol Hari Rosena berhasil kendalikan tawuran antar dua kelompok warga Kelurahan Nunu dengan Masyarakat Kelurahan Tatura Utara di jalan Anoa, Selasa 21/7/2026 jam 23.15 Wita.
Kasat Reskrim Polresta Palu, AKP Ismail SH MH yang ditemui di ruang kerjanya hari ini mengatakan tawuran antara warga Anoa Kelurahan Tatura Utara dengan puluhan masyarakat Kelurahan Nunu tadi malam itu dimulai pukul 20.30 Wita.
Dikatakan AKP Boby – sapaan akrab Kasat Ismail – bermula dari pengeroyokan seorang security di Pos penjagaan perumahan Metro Regency di jalan Purnawirawan Kelurahan Tatura Utara, Muh. Abi Alvarizi.
Tawuran itu terjadi tak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara) pengeroyokan. Muh. Abi Alvarisi yang warga Kelurahan Nunu ini dikeroyok, dianiaya warga Anoa, Ade Chandra bersama sejumlah kawannya di Anoa.
Pengeroyokan itu terjadi terang Kasat Boby, gegara korban Muh. Abi yang berpofesi penjaga keamanan itu merelai percekcokan antara Ade Chandra dengan istrinya, hingga memicuh amarah rekan-rekannya di Nunu.
Tersangka Ade
Karuan saja, dengan menyeberangi jembatan di ujung jalan Anoa, puluhan warga Nunu merangsek masuk, dan terjadilah bentrok, saling serang menggunakan batu, petasan, senjata tajam dan parang. Jalan Anoa pun mencekam hingga dini hari.
Yang pasti urai Kasat Boby, jalan Anoa yang mencekam malam itu terkendali manakala Tim Urc Resmob tadulako yang dipimpin Kapolresta Hari tiba di TKP (tempat kejadian perkara) sekitar pukul 23.15 Wita.
Dan benar, atas perintah Kapolresta Hari, tim gabungan dari Dit samapta dan personel Polresta Palu berhasil mengendalikan situasi, sambil melakukan penyelidikan atas ekses tawuran kedua kelompok masyarakat di jalan Anoa itu.
Untuk sementara, tiga orang dinyatakan tersangka dalam bentrokan itu, masing-masing Ade Chandra, kelahiran Palu 30 September 1991, agama Islam, pekerjaan wiraswasta, dan berdomisili di jalan I Nomr 52 Tatura utara. Berikutnya, Hendra serta Aidil.
Dari hasil penyelidikan jelas mantan Kasat reskrim Polres Donggala itu, Ade Chandra selaku penyebab utama pengeroyokan yang sebelumnya ditahan di Polsek Palu selatan itu, kini diserahkan ke Mako Polresta Palu oleh Tim Urc Resmob tadulako, berikut barang bukti sebilah parang dan pistol mainan.
Korban Muh. Abi
“Sementara korban penganiayaan bernama Abi sudah di rawat di rumah sakit Bhayangkara,” ujar AKP Boby, sambil menambahkan Muh Abi alami luka cukup serius di kepala, lengan dan perut.
Terus, masih di markas Polresta Palu, Tim Urc Resmob tadulako kemudian meinterogasi tersangka sekaligus terduga pembacokan, Ade Chandra. Ade Chandra mengakui perbuatannya, yakni menganiaya Muh Abi secara bersama-sama Hendra dan Aidil yang kini buron dan terus dalam pengejaran Polisi Kota Palu.
Ditambahkan Kasat Reskrim Polresta Palu, Ade Chandra dinyatakan positif Narkoba jenis sabu-sabu, menyusul hasil tes urin yang dilakukan laboratorium rumah sakit Bhayangkara Palu.
Kini tersangka Ade Chandra terus jalani pemeriksaan guna melengkapi Mindik (administrasi penyidikan) dan pengembangan perkara yang menghebohkan kota Palu itu. ”Terhadap tersangka Hendra dan Aidil diminta menyerahkan diri, “ kunci Kasat Reskrim, Ismail SH MH.(tim)