28 September 2024 | Dilihat: 629 Kali
Diskusi Kebangsaan Sejumlah Tokoh Dan Aktivis Diobrak-abrik, Din Syamsudin : ADA POLISI TAPI HANYA DIAM
noeh21

Infoaktual.id Jakarta | Diskusi  yang digelar Forum Tanah Air (FTA) di Hotel Grand Kemang Jakarta Selatan, dan dihadiri Din Syamsuddin, Sabtu pagi, 28/9/2024 diobrak abrik orang tak dikenal.

Melansir dari tempo.co, dalam video yang beredar terlihat sejumlah orang, memporak poparandakan panggung, menyobek backdrop, mematahkan tiang microphone, lalu mengancam para peserta yang baru hadir.
 

Awalnya acara ini dirancang sebagai dialog antara diaspora (masyarakat) Indonesia di luar negeri dan sejumlah tokoh dan aktivis nasional terkait isu kebangsaan dan kenegaraan.

Beberapa tokoh yang diundang sebagai narasumber di antaranya pakar hukum tata negara Refly Harun, Abraham samad, Marwan Batubara, Said Didu, Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah, Soenarko, serta Ketua dan Sekjen FTA, Tata Kesantra dan Ida N. Kusdianti.

Din Syamsudin yang dihubungi mengatakan sejak pagi sekelompok massa sudah berorasi dari atas mobil komando di depan hotel.

“Tidak terlalu jelas pesan yang mereka sampaikan, kecuali mengkritik para narasumber yang diundang, dan membela rezim Presiden Jokowi,” kata din Syamsudin.
 
Ketika acara baru akan dimulai tambah din, massa yang anarkistis memasuki ruangan hotel dan mengobrak-abrik ruangan. Menurut dia, polisi terlihat diam dan membiarkan massa tetap rusuh.

“Ada polisi, tapi tidak melakukan upaya pengamanan terhadap pengacau. Mereka semula orasi di depan hotel, tapi bisa bebas masuk ke ruangan yang berada di bagian belakang hotel,” tuturnya.
 
Acara itu akhirnya dimulai, dan berubah menjadi konferensi pers. Para pembicara mengecam tindakan brutal kelompok massa, dan menyayangkan aparat keamanan tidak menjaga keamanan, apalagi melindungi para tokoh serta warga masyarakat yang berkumpul di ruangan hotel.

Din Syamsuddin menilai, peristiwa brutal tersebut sebagai refleksi dari kejahatan demokrasi yang dilakukan rezim penguasa terakhir ini. Olehnya itu, Din  berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ke depan tidak meneruskan hal semacam ini.
 

“Bahkan harus mengoreksi praktik-praktik buruk yang merusak demokrasi dan tatanan kehidupan berbangsa bernegara selama Era Presiden Joko Widodo,” kata dia.

Tidak Cuma itu itu, ketua FTA, Tata Kesantra yang sengaja datang dari New York turut menyayangkan kejadian ini. Dia menyebut kejadian pagi itu sangat memalukan. Terlebih, forum ini juga disaksikan oleh para diaspora Indonesia di 22 Negara melalui streaming youtube. (temp/hl)

 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963