KPK Sebut Calon Penerima THR, Kapolresta Cilacap Bilang Saya Tak Pernah Minta
Infoaktual.id Cilacap || Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono tanggapi pernyataan KPK yang menyebut dirinya salah satu pihak yang diduga calon penerima uang tunjangan hari raya (THR) dari Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman.
Terhadap pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut, kombes Budi Adhy menegaskan dia menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan di KPK.
"Saya menghormati sepenuhnya proses hukum oleh KPK," kata Budi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (18/3/2026), seperti dikabarkan kompas.com.
Terkait substansi perkara yang tengah ditangani, kapolresta mempersilakan agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada KPK sebagai lembaga yang berwenang.
"Mengenai substansi perkara, silakan konfirmasi langsung ke pihak KPK sebagaisebagai lembaga yang menangani perkara tersebut,” ujarnya.
Kombes Budi menegaskan, dia tidak pernah meminta maupun menerima uang sebagaimana yang disebutkan dalam perkara tersebut.
"Intinya, saya tidak pernah meminta, dan tidak pernah menerima hal tersebut," kata Budi menegaskan.
Sebelumnya, KPK menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan pemerasan untuk uang THR Idul Fitri 2026 pada Sabtu, 14 Maret 2026 – tengok infoaktual.id edisi 15 Maret 2026.
Kedua tersangka dimaksud adalah Bupati Cilacap, Syamsul Auliya dan Sekretaris Daerah (Sekda), Cilacap, Sadmoko Danardono.
Dalam kasus itu, KPK menyebut Bupati Syamsul akan memberikan THR kepada forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dengan nilai yang beragam, yaitu mulai dari Rp 20 juta sampai Rp 100 juta.
"Per goodie bag (tas atau kantongan, red) nya itu antara Rp 50 juta sampai Rp 100 juta. Ada yang Rp 100 juta ada yang Rp 50 juta gitu ya. Jadi masing-masing Forkopimda itu berbeda. Ada juga yang Rp 20 juta," ujar Deputi penindakan dan eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih, KPK.
Tidak cuma itu, Asep juga mengungkap Syamsul berhasil mengumpulkan uang Rp 610 juta dari hasil pemerasan kepada anak buahnya. “Tadi itu ada enam goodie bag kayaknya, enam goodie bag Rp 610 juta,” kata Asep. (*/hl)