09 Mei 2026 | Dilihat: 51 Kali
Berkat Kegigihan Menata Pemerintahan dan Budaya, Wali Kota Hadianto Jadi Pembicara di BTN Leadership Forum IV Samosir
noeh21

Infoaktual.id Palu || Berkat Kegigihan menata pemerintahan dan budaya, Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Hadianto Rasyid, SE mendapat kehormatan menjadi salah satu pembicara di BTN Leadership Forum IV 2026 di Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara, Jumat (08/05/2026).
 

Seperti diketahui, BTN Leadership Forum adalah acara strategis yang digelar PT Bank Tabungan Negara, BTN. BTN Leadership Forum bertujuan mempertemukan pemimpin Daerah, perbankan, dan pelaku industri.  Di sini mereka berdikusi soal pembangunan daerah bersama wakil menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah.

Di forum kepemimpinan ini, Ketua Partai Hanura Sulteng Haji Hadianto itu tampil berbagi pengalaman dan strategi kepemimpinan dalam membangun Kota Palu, khususnya terkait transformasi kota, dari predikat sebagai salah satu kota terkotor hingga suk meraih penghargaan Adipura.

Terhadap itu, Wakil Menteri Fahri Hamzah secara khusus mengajukan pertanyaan kepada Wali Kota Hadianto mengenai kiat dan langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Palu sehingga mampu melakukan perubahan besar dalam waktu relatif singkat.

Menjawab pertanyaan Menteri Perumahan Fahri tersebut, Wali Kota Hadianto menjelaskan bahwa capaian kota Kelor yang dia dikemudikan tidak terlepas dari perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di daerah, termasuk dukungan pembenahan tata kelola dan pelayanan publik.

“Semua itu tentu tidak lepas dari peran pemerintah pusat yang memberikan perhatian cukup besar kepada Kota Palu, “ujar wali kota dua periode itu.

Di Kota Palu terang Hadianto, masyarakatnya memiliki karakter yang kuat. Ketika semangat untuk menjadikan kota ini bersih, didorong secara maksimal.

“Awalnya banyak yang tidak percaya, tapi Alhamdulillah hasilnya bisa kita lihat bersama,” ujar wali kota dua periode itu,” ujarnya, sambil menjutkan bahwa ketegasan dalam kepemimpinan tidak semata-mata dilakukan tanpa pendekatan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Menurut Hadianto, perubahan budaya kebersihan dan tata kota harus berjalan beriringan dengan pelayanan publik yang responsif. Oleh karena itu, pemerintah Kota Palu terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui inovasi digital, salah satunya aplikasi SanguPalu yang di dalamnya terdapat fitur Lapor Wali Kota Palu.

Melalui layanan tersebut kata Wali Kota, masyarakat dapat menyampaikan berbagai aduan dan aspirasi secara langsung. Pula membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat melalui agenda penerimaan tamu tanpa janji di kediaman pribadianya setiap lepas subuh.

“Kalau kita tidak melakukan pelayanan yang baik dan optimal, masyarakat akan merasa hanya perintah saja. Kita di Kota Palu membangun rasa kepekaan dan kebersamaan, agar semua menjadi tanggungjawab bersama,” ungkap wali kota.

Lebih lanjut, wali kota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palu berusaha membangun buaya hubungan pelayanan (culture relationship) yang setara di lingkungan pemerintahan.

“Di Palu, kami berusaha menunjukkan bahwa dalam semua hubungan pelayanan, semua sama. Wali kota atau kepala dinas itu hanya jabatan. Budaya hubungan seperti itu yang kami bangun. Di sisi lain, kami juga tetap persistent (gigih,red) dan memiliki ketegasan mengenai mana yang boleh dan tidak boleh,” jelas wali kota.

Yang jelas, narasumber Wali Kota Palu Haji Hadianto Rasyid SE di forum nasional itu adalah bentuk pengakuan atas keberhasilan Kota Palu dalam membangun tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan transformasi lingkungan perkotaan yang semakin maju dan berdaya saing. (imron-diskominfosantik-hl)  

 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963