29 Maret 2026 | Dilihat: 38 Kali
Jelang  Batas Waktu 31  Maret,  94.542  Pejabat  Belum  Lapor  LHKPN  2025
noeh21

Infoaktual.id Jakarta || Hingga 26 Maret 2026, KPK (Komisi Pemberantasan  Korupsi) bilang  sudah  87,83  persen – sekitar 337.340  dari  total  431.882 – pejabat PN/WIL (penyelnggara negara  wajib LHKPN) telah  melaporkan  harta  kekayaannya  periodik  2025.  Sementara  94.542  atau  12,17%  lainnya  belum  melaporkan.

“KPK menghimbau para PN/WL yang belum melapor untuk segera menyampaikan laporan LHKPN  (laporan  harta  kekayaan  penyelenggara  negara, red)  sebelum  batas  akhir  31  Maret  2026,”  kata  juru  bicara  KPK, Budi  Prasetyo  dalam  keterangannya, Minggu 29 Maret 2026.

Meski  begitu lanjut Budi, KPK mengapresiasi progres  tingkat kepatuhan pelapor yang terus menunjukkan tren positif.

Dikatakan juru bicara Budi, capaian  ini  mencerminkan  meningkatnya  kesadaran  penyelenggara  negara dalam menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi.

Juru bicara KPK menuturkan,  LHKPN  merupakan  instrumen  penting  dalam  membangun  integritas  penyelenggara  negara. 

“Pelaporan  yang  tepat  waktu  dan  akurat  memungkinkan  menjadi  alat  deteksi  dini  terhadap  potensi  korupsi  seperti  benturan  kepentingan,  sekaligus  menjadi  bentuk  pertanggungjawaban  kepada  publik  atas  pengelolaan  harta  kekayaan  yang dimiliki,” ujarnya, sambil menambahkan masih masih  ada  waktu  tiga  hari  lagi  menjelang  batas  akhir  pelaporan.

Pihaknya mengimbau  pimpinan  kementerian,  lembaga,  pemerintah  daerah, serta BUMN/BUMD aktif  melakukan  pemantauan, sekaligus   memastikan  seluruh  PN/WL di lingkungannya memenuhi kewjiban pelaporan.

“Peran  pimpinan  menjadi  kunci  dalam  mendorong  kepatuhan  dan  membangun  budaya  integritas  di  instansi  masing-masing,”  tuturnya, sambil menambahkan semua PN/WL  dapat  mengisi  dan  menyampaikan  LHKPN  paling  lambat  31  Maret  2026, melalui  laman  elhkpn.kpk.go.id. 

Pelaporan  LHKPNkata Budi, bersifat  self  assesment,  sehingga  dituntut  kesadaran  diri  setiap  PN  atau  WL  untuk  melaporkan  harta  kekayaan  yang  dimiliki  secara  jujur, benar dan lengkap.

“Sebagai wujud keterbukaan  informasi  publik,  masyarakat  juga  dapat  mengakses  LHKPN  yang  telah  dinyatakan  lengkap  dan  dipublikasikan,”  ujarnya.

KPK  juga  terus  membuka  layanan  bantuan  dan  pendampingan  bagi  PN/WL  yang  mengalami  kendala  dalam  proses  pengisian  dan  pelaporan. 

Untuk  informasi  lebih  lanjut,  PN/WL  dapat  mengakses  laman  elhkpn.kpk.go.id atau menghubungi  email  layanan  di  elhkpn@kpk.go.id,  maupun  call  center  KPK  198.

“Selanjutnya,  KPK  akan  melakukan  verifikasi  administratif  atas  setiap  laporan  yang  masuk  sebelum  dipublikasikan,” ucapa dia.

Dinyatakan Budi, KPK  berharap,  hingga  batas  waktu  pelaporan  berakhir,  tingkat  kepatuhan dapat semakin meningkat dan optimal, sehingga memperkuat  ekosistem pencegahan korupsi di Indonesia.(hps/dar/hl)

 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963