13 Maret 2026 | Dilihat: 140 Kali
Kepala Perwakilan Sulteng Diduga Terlibat di Tambang Poboya Palu, Komnas HAM RI Turunkan Tim Investigasi
noeh21

Infoaktual.id Palu || Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI turunkan tim ke Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) guna menyelidiki peristiwa di kantor Komnas HAM Perwakilan Sulteng.
 

Tim investigasi tersebut sudah berada di Palu sejak Kamis (12/3/2026). Adapun tujuan kedatangan mereka sebagai tindaklanjut aksi demonstrasi dan penyegelan kantor Komnas HAM Sulteng pada Senin (10/3/2026) lalu.

Sebagaimana dikabarkan nycnews.id, tim Komnas HAM RI ke Palu sebanyak tujuh orang, dengan dipimpin oleh Jayadin Damanik.

“Iya, ada tim dari Komnas HAM RI di sini sekarang. Mereka datang terkait aksi demonstrasi Senin lalu,” kata salah seorang pegawai Komnas HAM perwakilan Sulteng.

Sejumlah pihak langsung dipanggil tulis nycnews.id, untuk dimintai keterangan pada hari pertama kedatangan tim tersebut, antara lain perwakilan massa aksi, Amir Sidik dan Imam Safaat.

Seorang pengusaha berinisial S juga disebut-sebut ikut dimintai keterangan. Pria tersebut diduga memiliki kerja sama dengan Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer, terkait pengelolaan kolam perendaman emas di kawasan Poboya.

“Amir Sidik dan Imam Safaat ada di dalam (di kantor perwakilan, red) sekarang. Mereka diundang Komnas HAM RI untuk diambil keterangannya,” ujar pegawai Komnas HAM Sulteng, Doly.

Dan betul, Amir Sidik dan Imam Safaat membenarkan kalau mereka telah memberikan keterangan kepada tim Komnas HAM RI.
Imam Safaat mengatakan, dalam pertemuan tersebut mereka menjelaskan alasan di balik aksi demonstrasi yang dilakukan beberapa hari lalu.

“Saya sampaikan kepada ketua tim, sebenarnya kami tidak punya masalah dengan Komnas HAM Perwakilan Sulteng sebagai lembaga. Yang kami soroti adalah kepala perwakilannya, Livand Breemer,” ujarnya.

Menurutnya, kepala perwakilan Komnas HAM Sulteng dinilai telah menyimpang dari tugas dan fungsi lembaga tersebut.

Ia menilai masih banyak persoalan hak asasi manusia di Sulawesi Tengah yang seharusnya mendapat perhatian dan pendampingan dari Komnas HAM, namun justru tidak ditangani.

“Justru yang diurus adalah tambang Poboya. Kami menduga ada sesuatu di sana. Karena itu kami turun melakukan aksi,” ujarnya.

Imam juga menilai aksi demonstrasi tersebut merupakan peristiwa yang jarang terjadi sepanjang keberadaan Komnas HAM di Sulawesi Tengah.

“Selama lebih dari 20 tahun Komnas HAM ada di Sulteng, baru kali ini kantornya didemo masyarakat. Sebelumnya tidak pernah,” terang Imam.

Dia bilang, tuntutan massa aksi adalah agar Kepala perwakilan Komnas HAM Sulteng dicopot atau dipindahkan dari Palu.

“Kami hanya meminta kepala perwakilannya dicopot atau dipindahkan dari daerah kami,” tegas Imam.

Sementara itu, Amir Sidik mengungkapkan tim Komnas HAM RI berencana turun langsung ke kawasan tambang Poboya pada Jumat (13/3/2026).

Menurutnya, tim tersebut ingin melihat langsung kolam perendaman emas yang diduga berkaitan dengan kerja sama antara Livand Breemer dan pengusaha berinisial S.

“Bagus kalau mereka turun langsung melihat kolam yang dimaksud. Supaya keterangan yang diberikan bisa dicocokkan dengan kondisi di lapangan,” kata Amir.

Sebelumnya memang, Komnas HAM RI menyatakan sedang melakukan pendalaman terhadap polemik yang terjadi di kantor perwakilan Sulawesi Tengah.

“Kita lagi dalami. Sementara kita dalami,” kata Komisioner Komnas HAM RI, Saurlin P. Siagian, melalui sambungan telepon beberapa hari lalu.

Komisioner bidang pemantauan dan penyelidikan itu mengatakan proses pendalaman tidak akan memakan waktu lama.

“Tidak lama itu. Tidak sulit juga melakukan pendalaman terkait masalah ini,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta masyarakat Sulawesi Tengah menunggu hasil pendalaman yang sedang dilakukan Komnas HAM RI itu.

Menurutnya, proses tersebut bersifat internal, sehingga tidak semua teknis penyelidikan dapat disampaikan ke publik.

“Untuk teknisnya seperti apa kami mendalami masalah ini, tidak bisa kami buka ke publik, karena ini sifatnya internal,” kata Saurlin.

Hal senada disampaikan Ketua Komnas HAM RI, Anis Hidayah. Dijelaskan, pihaknya membenarkan sedang telusuri polemik ini di kantor Komnas HAM Sulteng itu. “Kami masih dalami,” ujarnya singkat via WhatsApp. (*)

 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963