03 Desember 2022 | Dilihat: 227 Kali
Pegiat Destinasi Wisata ToliToli Akan Dilatih Lima Pengembangan Wisata : KEMENPAREKRAF BANTU RP 700 JUTA, AYO BURUAN DAFTAR  
noeh21


Infoaktual.id Tolitoli | Destinasi Wisata di daratan seluas 4.079,77 km² dengan penduduk 220.411 jiwa, Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah semakin dikenal Nasional dan manca Negara.
 

Posisi geografis yang terdiri dari alam pegunungan, bentangan pantai, pulau-pulau kecil semisal Lutungan, Sabang Tende dan Kapas serta sungai dengan berbagai fenomena mengalir indah di sana.
 

Dan yang menggebirakan, potensi pariwisata di kota Cengkeh yang dinakohdai Bupati Amran Yahya ini diklaim Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai Destinasi Wisata yang luar biasa, sehingga layak mendapat bantuan.

Klaim potensi pariwisata di sana ditutur Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu saat memberikan Anugrah Wisata Malangga sebagai Desa Wisata 50 terbaik Indonesia, belum lama ini.
 

Dengan semakin dikembangkannya industri pariwisata, seperti pulau Lutungan dengan keunikan sejarah makam sultan, Wisata terapung Taragusung pasca penobatan Desa Wisata Malangga mendorong pegiat destinasi pariwisata dan pelancong kian prospektif.
 
Pulau Lutungan

“Berkat pengakuan Pak Mentri itulah kami Dinas Pariwisata mendapat bantuan pengembangan Wisata dari DAK (Dana Alokasi Khusus, red) 2023. Besarannya sekitar Rp 700 Juta,” ujar Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Tolitoli, Nurahman Syah,SP.MM alias Maman, senin 1 Desember 2022.

Hal tersebut diungkapkan Maman saat ditanya program Pariwisata 2023 terkait bantuan DAK Kemenpakraf itu.“ Berkaitan DAK itu, rencana Dinas Pariwisata tahun 2023, paling utama diproyeksikan untuk peningkatan SDM (sumber daya manusia, red), “ terang dia.

Peningkatan SDM yang direncanakan tambah Ex amtenar pekerjaan umum Tolitoli itu, kami akan melaksanakan pelatihan pengolahan Desa Wisata berisi lima kegiatan, antara lain pelatihan kuliner dan cinderamata, arung jeram, konten kreator promosi serta wisata selam.
 
Tujuannya, ya tentu meningkatkan kapasitas pelaku bisnis pariwisata dimasing-masing potensi yang tersedia.Starnya insya Allah mulai februari 2023 dengan dua kegiatan, pelatihan kuliner dan arung jeram,” ujar sang inovator spot-spot destinasi Wisata itu.

Pada bulan April 2023 dilanjutkan lagi dua kegiatan, dan puncak pelaksanaan program pelatihan pengolahan Desa Wisata ini di bulan Juni denga satu kegiatan.  
 

Adapun peserta pelatihan tersebut adalah Masyarakat diseputaran objek Wisata.“Dari mereka semua pesertanya. Satu pelatihan sebanyak 40 orang, sehingga keseluruhan di lima kegiatan ada sekita 200 orang pegiat Wisata menerima pelatihan,” urai Maman.

Sebenarnya potensi masyarakat untuk ke situ ada sejaklama lanjut Kabid Destinasi itu, cuman mereka masih berpikir bahwa usaha ini bukan sesuatu yang muda mendatangkan income yang banyak.

Maman bilang, dengan momen Malangga kemarin itu, kini masyarakat mulai antusias. Yang jelas dan insya Allah, dengan lima pelatihan nanti, objek-objek Wisata yang kita punya akan terkelola dengan baik.

Sehingga, otomatis minat turis, baik domestik maupun manca Negara akan meningkat berkunjung ke sini. “Dan ini adalah PR serius bagi stakeholder untuk bergerak bersama menyediakan infrastruktur,” harap Kabid Maman.
 

Dikatakan Maman, dari 10 objek Wisata yang ada, tiga diantaranya sudah berhasil dikelola secara profesional, dan terus diharapkan menghasilkan PAD, yakni, Pulau Lutungan.

Pulau ini terletak tepat di gerbang laut Kota Tolitoli, hanya ditempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan transportasi laut berbentuk perahu nelayan. Berikutnya, ada Destinasi  pantai dan pulau Sabang Tende.

Di sini telah beroperasi proyek jembatan tradisional seratusan meter yang terkoneksi langsung ke daratan Desa Sabang Tende yang tampil menawan dengan bergam Eksotisnya. Letaknya cuma dua Km dari bandara Lalos, tepatnya 12 Km arah utara Kabupaten Tolitoli.

Dan ketiga, Wisata pulau Kapas. Nah, sekian Km dari Sabang Tende tadi, di sini kita dimanjakan sejumlah Gazebo disebuah pulau, lengkap dengan biota laut dan terumbu karangnya, seperti yang terdapat di Sabang Tende dan Lutungan itu, yakni pulau Kapas.
 
“Yang pasti, mengingat sektor pariwisata merupakan menyumbang devisa kedua setelah Rokok, maka untuk meraih itu, semua pihak diharapkan bergerak bersama strukturnya masing-masing, baik itu fasilitas dasar fisik maupun sosialnya,” kunci Nurrahman Syah, sambil mengajak pelaku usaha Wisata.

Yang jelas, dalam meraih peluang yang mumpuni bagi PAD itu – sebagai buah kunjungan pelancong yang berlama-lama karena merasa nyaman – penyediaan infrastruktur yang Eksotis, bernilai seni dan budaya, pendidikan serta aman harus diwujudkan dan terus dirawat Pemda Tolitoli, semoga. (din)
 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : BCA 7920973498