04 Oktober 2025 | Dilihat: 156 Kali
Mengenang Momen PAM: Kebersamaan yang Tak Terlupakan di Bangku Perkuliahan
noeh21
Dandi, Fikri, Afif, Abdul, Putra, Rio, Fadli & Ali "Dimana ada makanan disitu ada kami"

Infoaktual.id Palu | Masa kuliah bukan hanya tentang menimba ilmu dan menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menjalin persahabatan, membangun kenangan, dan menciptakan kisah indah yang akan selalu dikenang. Salah satu kisah unik itu datang dari sekelompok mahasiswa UIN Datokarama Palu yang menamakan diri mereka PAM (Pasukan Anti Mubazir).
 


Awalnya, kelompok ini terbentuk secara spontan dari kebiasaan sederhana, berkumpul sepulang kuliah malam. Saat para mahasiswa selesai kuliah dini hari, sering terdengar ajakan dari dua teman kos, Diva, Wafiq dan Nisa, “Ayo deh kumpul-kumpul di kosku sebentar selesai jam kuliah. Makan di kosku banyak sisa nasiku, teman-teman. Kita masak-masak mie, goreng pisang, atau apa saja yang enak dimakan,” ujar mereka sambil bercanda.


Ajakan itu rupanya menjadi awal dari sebuah tradisi yang terus berlanjut. Hampir setiap ada acara atau momen kebersamaan, kelompok ini selalu hadir.

Dari kumpul sederhana di kos, mereka mulai mengagendakan berbagai aktivitas bersama, hingga akhirnya membentuk satu grup dengan nama PAM – Pasukan Anti Mubazir. Nama ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk kebersamaan mereka dalam memanfaatkan apa yang ada tanpa menyia-nyiakan, sambil mempererat tali persaudaraan di antara sesama mahasiswa.


 

Kegiatan mereka tidak hanya sekadar makan-makan atau nongkrong. Bakar bakar bakso di malam hari, misalnya, menjadi salah satu momen khas yang selalu diingat. Dalam suasana sederhana, mereka duduk melingkar di depan kos, tertawa lepas sambil membakar bakso dan menikmati kebersamaan hingga larut malam.


“Enaknya ini bakso” ucap Yasir dalam suasana kelaparan
“Betul enak sekali apa gratis ini” Ucap anugrah, Yuhyi, Rio  (yang suka kumpul makan tapi tidak mau ba kasi keluar uang)


“Makan bakso elit, membakar bakso sulit” ucap Dandi sambil melirik Abdul, Zufar, Hamka, Chank, Rijal dkk sambil ketawa karna mereka jarang membantu
 


Selain itu, mereka juga mengadakan hiling-hiling bersama ke Danau Tambing, menikmati keindahan alam sembari mempererat persaudaraan. Perjalanan ke tempat wisata ini menjadi momen yang penuh kehangatan, canda, dan keakraban. Setiap langkah mereka seolah memperkuat ikatan pertemanan yang terbentuk selama bertahun-tahun.
 


Tak berhenti sampai di situ, PAM juga selalu hadir dalam momen-momen penting perkuliahan. Saat wisuda tiba, mereka kompak mengenakan pakaian terbaik dan berfoto di studio bersama. Pose demi pose mereka abadikan sebagai kenang-kenangan sebelum masing-masing menapaki jalan kehidupan yang baru.

Puncak kebersamaan ini tergambar jelas dalam foto wisuda dan sidang skripsi. Dalam suasana penuh bangga, mereka saling mendukung, memberi semangat, dan ikut merayakan keberhasilan satu sama lain. PAM bukan hanya sekadar kelompok teman nongkrong, melainkan keluarga kecil yang tumbuh dan berjuang bersama dari awal hingga akhir masa kuliah.
 


Kini, meski satu per satu mulai menapaki jalan masing-masing, kenangan indah bersama PAM akan selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup mereka.

Dari kumpul sederhana di kos, bakar bakso malam-malam, hingga berfoto dengan toga dan senyum bangga — semua menjadi potret kehangatan yang tak akan terlupakan.



PAM bukan sekadar “Pasukan Anti Mubazir”. Ia adalah simbol kebersamaan, persaudaraan, dan cerita indah di balik perjuangan menyelesaikan pendidikan.
 

#PAM (Pasukan Anti Mubazir)#Mahasiswa UIN#MakanBersama
 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963