14 September 2024 | Dilihat: 536 Kali
BERKAT JIWA SOSIAL YANG TINGGI, GUBERNUR CUDY RAIH SEJUMLAH CAPAIAN SIGNIFIKAN MEMBANGUN SULTENG
noeh21

Infoaktual.id Palu l Memang, dari segi fiskal dan trend pertumbuhan ekonomi kesuksesan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Cudy, sapaan akrab haji Rusdi Mastura tidak hanya konsolidasi investasi dan pembangunan insfrastruktur.
 
KK CUDY DAN ISTRI, KETUA KWARDA PRAMUKA SULTENG

Sebagaimana dikabarkan lima puluh detik, 13/9/2024, tujuan akhir dari semua itu adalah berbagi kemakmuran. Dan itulah yang dimaksud Sulawesi Tengah Maju dan sejahtera. Apalagi, tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama.

Artinya, pemerintah harus bisa menghadirkan sebuah kebijakan intervensi agar kemakmuran bisa dinikmati semua masyarakat Sulteng.

Bicara soal kepedulian, tentu bukan Cudy kalau tidak peduli dengan orang miskin – semua pasti sepakat dengan jiwa sosial mantan Walikota Palu dua periode ini. Saking sosialnya, saat mau tinggalkan warkop, pasti ada beberapa orang mengikuti Cudy sampai di pintu mobilnya.

Suami Ketua Kwarda Pramuka Sulteng, Vera Rompas Mastura itu tidak tanggung-tanggung merogoh sakunya untuk berbagi, karena memang dalam soal sense (rasa) terhadap orang miskin,  dan jiwa sosial Cudy sudah sangat dikenal masyarakat di Suteng.

Dalam mereview perjalanan kepemimpinan Rusdy Mastura sebagai Gubernur, media limapuluh detik peroleh Success Story 3,5 tahun Rusdy dalam memimpin Sulteng  yang diramgkum dari sejumlah sumber.

Pada upacara peringatan HUT Sulteng ke 60,  hari Rabu 17/04/2024, Gubernur Rusdy memaparkan keberhasilan dan capaian pembangunan Sulawesi Tengah yang dimpimpinnya dalam kurun waktu tiga tahun.

Adapun capaian dimaksud antara lain, laju pertumbuhan ekonomi Sulteng sebesar 11.71 persen pada 2021. Terus, pada tahun 2022 naik menjadi 15.17 persen dan pada tahun 2023, sebesar 11.91 persen.

Dalam kurun waktu 3,5 tahun tersebut Sulteng berada diatas rata-rata nasional, yaitu 5.05 persen. Sedang di tahun 2023, laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah berada diurutan ke-II secara nasional di bawah Maluku Utara.

“Untuk persentase kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Maret tahun 2021, sebesar 13,00 persen, menurun menjadi 12,33 persen pada maret tahun 2022,” kata kaka Cudy, sappaan lebih akrab Gubernur Rusdi itu ketika membacakan amanat soal capaian pembangunan di Sulawesi Tengah.

Kemudian pada maret tahun 2023 tambah dia, sedikit mengalami kenaikan menjadi 12, 41 persen. Hal ini dipicu oleh kenaikan BBM pada september 2022 yang berdampak terhadap terjadinya lonjakan inflasi.

Namun demikian ujar Rusdi lagi, angka kemiskinan ekstrem dapat menurun signifikan, yakni dari 3,02 persen pada tahun 2022 menjadi 1,44 persen di tahun 2023.

Demikian halnya dengan tingkat pengangguran terbuka, provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan selama tiga tahun berturut-turut, yakni dari 3,75 persen pada Agustus tahun 2021 menurun menjadi 3,00 persen di Agustus tahun 2022. Lalu pada Agustus tahun 2023 menjadi 2,95 persen.

Berikutnya, indeks Gini (indikator ekonomi yang mengukur ketimpangan) Sulteng mengalami penurunan dari 0,316 point pada maret 2021 menjadi 0,308 poin pada maret tahun 2022. Kemudian, pada maret 2023 turun lagi ke angka 0,304 poin.

Melihat Hal ini, maka mengindikasikan bahwa ketimpangan pendapatan masyarakat semakin mengecil, atau distribusi pendapatan masyarakat semakin membaik.

Sekarang indeks pembangunan manusia (IPM). IPM Sulteng  mengalami peningkatan sepanjang tiga tahun terakhir, yakni dari 70,54 poin pada 2021 menjadi 71,01 poin di tahun 2022. Terus, meningkat 71,66 poin pada tahun 2023, dengan status capaian kategori ipm tinggi.

Berdasarkan survei status gizi Indonesia, stunting (gangguan pertumbuhan) Kata Gubernur, di Provinsi Sulawesi Tengah mengalami penurunan dari 29,7 persen pada tahun 2021, turun menjadi 28,2 persen pada tahun 2022. Kemudian, pada tahun 2023 menurun menjadi 27,2 persen.

Selanjutnya Wilayah. Pada tahun 2-23, Wilayah  Sulteng sudah keluar dari wilayah yang memiliki kabupaten sangat tertinggal. Dan pada saat ini Sulawesi Tengah yang status desa sangat tertinggal, kini sudah berhasil dientaskan – sudah tidak miliki desa berstatus sangat tertinggal.

Terus, capaian sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP). Pada 2016 hingga 2021, Sakip Sulawesi Tengah mendapatkan Predikat B, namun di tahun 2022-2023, naik peringkat BB.

Dikatakan Rusdi Mastura, begitu juga disektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sulteng mengalami lompatan signifikan, dari Rp 900 miliar menjadi Rp 2,184 triliun per Juni 2024.

“Realisasi investasi juga meningkat menjadi Rp 111,98 triliun pada tahun 2023, melebihi target yang diberikan pemerintah pusat sebesar Rp 111,68 triliun. Sehingga, menempatkan Sulawesi Tengah berada di peringkat IV Nasional setelah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Timur,” papar Rusdi.

Dari capaian tersebut, Gubernur Rusdi berpesan, sekaligus mengajak segenap stakeholder untuk tidak berpuas diri. Teruslah berinovasi dalam pembangun Sulteng tercinta ini.

“Saat ini saya sedang berjuang agar disahkan Kepres dengan tujuan Sulawesi Tengah menjadi daerah penyangga IKN (Ibu Kota Nusantara,red),” bebernya

Lebih jauh Gubernur Rusdi menyampaikan bahwa dalam rangka percepatan proyek infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Sulawesi Tengah, maka pada tahun 2022 sampai pada 2024 terdapat beberapa proyek prioritas.

Proyek dimaksud antara lain, pengembangan kawasan nusantara, seluas 1.123,59 hektar di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas Kabupaten Donggala, dan proyek infrastruktur pendukung Destinasi Pariwisata sunset city di Kabupaten Donggala, dan rekonstruksi jalan ruas Tonusu – Pendolo di Kabupaten Poso.

Berkutnya, rrekonstruksi jalan ruas Salakan – Sambiut di Kabupaten Banggai Kepulauan, rekonstruksi jalan ruas Beteleme – Nuha di Kabupaten Morowali Utara, serta rekonstruksi jalan ruas Siuna – Bualemo di Kabupaten Banggai.

Seterusnya, rekonstruksi jalan ruas Air Terang – Momunu di Kabupaten Buol, pembangunan jalan ruas Bora – Pandere di Kabupaten Sigi, rekonstruksi jalan Simpang Lampasio – Oyom di Kabupaten Toli-Toli, dan rekonstruksi jalan ruas Tinakin – Mato di Kabupaten Banggai Laut.

Tambah lagi, pembangunan jalan pada Komunitas Adat Terpencil guna mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Parigi Moutong. Dan rekonstruksi jalan pada wilayah kantong kemiskinan di Kabupaten Tojo Una-Una, proyek pengaman pantai dan tanggul sungai di Kabupaten Morowali, serta pembangunan Masjid Raya Sulawesi Tengah di Kota Palu.

Dari sejumlah capaian tersebut, Gubernur Cudy lantas menginginkan untuk senantiasa menanamkan rasa cinta dan bangga kepada daerah, kampung halaman tercinta, dengan semangat kebersamaan, kerjasama untuk jalankan program pembangunan yang telah dicanangkan demi masyarakat Sulteng yang sejahtera.

Terima kasih dan penghargaan yang setingi-tingginya ucapa Gubernur Cudy, kepada bupati dan walikota dan  semua pihak yang telah serta terus bersinergi dalam membangun, menuju sulswesi tengah yang lebih maju dan sejahtera. (50dtk/hl)

 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963