28 September 2025 | Dilihat: 209 Kali
Kader GR di Sulteng Diskusi di Desa Olu Lindu dan Sigi : Bahas Gagasan Anies Baswedan dan Tantangan Politik Nasional
noeh21

Infoaktual.id Palu | Gerakan Rakyat (GR) di Sulawesi Tengah (Sulteng) – salah satu organisasi masyarakat yang resmi berdiri pada 24 Februari 2025 – terus meneguhkan langkah politiknya dengan konsisten turun ke tengah rakyat.

Dengan mengusung gagasan orisinil Anies Baswedan, para kader dan pengurus GR diperintahkan untuk aktif menyingsingkan lengan, bergotong royong, menyapa rakyat, serta menggelar diskusi publik di berbagai daerah.
 

Dikabarkan News Lintas Sulawesi, pada Sabtu (27/9/2025), terpantau dari percakapan di grup WhatsApp internal, dua kader aktif GR Kabupaten Sigi, Mustafa dan Ulfan Bur, duduk bersama sejumlah tokoh masyarakat di Desa Olu, Kecamatan Lindu.

Diskusi yang berlangsung santai sambil ngopi itu membahas berbagai persoalan mendasar di masyarakat sekaligus menelaah pemikiran politik Anies Baswedan.

“Agar tetap update, kami menonton bersama tayangan YouTube Dialog Kebangsaan VOX POPULI di Lamongan yang digelar DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur pada siang hari.

Malamnya, langsung kami bedah dan diskusikan bersama masyarakat akar rumput di Lindu,” ujar wakil ketua Partai Anies Baswedan itu di Kabupaten Sigi, Ulfan Bur.

Diskusi itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat setempat, salah satunya Haji Tongge, figur yang cukup disegani di Desa Olu.

Menurut kader GR Kabupaten Sigi, Mustafa, banyak pikiran kritis dan diskursus baru yang lahir ketika kader GR benar-benar turun langsung mendengar suara rakyat.

“Kami ingin memastikan gagasan besar yang diperjuangkan Anies Baswedan bisa benar-benar bersentuhan dengan realitas masyarakat, bukan hanya berhenti pada wacana. Karena itu, kami tidak ingin duduk di belakang meja saja, tapi harus menemui masyarakat secara langsung,” ungkap Mustafa.

Diketahui, struktur kepengurusan GR di Kabupaten Sigi baru terbentuk pada 9 September 2025 lalu melalui tim formatur DPW GR Sulawesi Tengah yang dipimpin Yahdi Basma.

Kini, partai yang disebut-sebut sebagai wadah politik bagi gagasan Anies Baswedan itu sudah berdiri di 13 kabupaten/kota se Sulawesi Tengah.

“Kalau secara administratif, partai ini sudah terbentuk di 13 kabupaten/kota. Tetapi yang lebih penting, kami ingin memperkuat soliditas lewat musyawarah faktual di tiap daerah,” terang aktivis pemuda Palu yang juga Ketua Komunitas Palu Monggaya, Muliadi.

Tak hanya di Lindu, di tempat berbeda sejumlah aktivis GR juga terpantau melakukan pertemuan di salah satu warung kopi populer di Kota Palu, ONDEWE 167,5, Jalan Setiabudi.

Diskusi itu dihadiri langsung oleh Ketua Formatur GR wilayah Sulteng, Yahdi Basma SH, alias YB. Dalam kesempatan tersebut, Muliadi yang juga merupakan pentolan DPW GR Sulteng, memaparkan pembacaan politiknya.

Bacaan politik Muliadi itu terkait situasi Nasional maupun lokal pasca rangkaian aksi Reset Indonesia atau dikenal sebagai Aksi 17+8, yaitu 17 tuntutan demonstran plus 8 poin jangka menengah yang menjadi fokus perjuangan.

Tidak Ccuma itu, diskusi itu turut menyinggung Aksi Agustus Kelabu 2025 yang dinilai meninggalkan catatan penting bagi perjalanan demokrasi Indonesia, sekaligus menjadi tantangan nyata bagi konsolidasi Partai Politik Anies Baswedan itu.

Aktivitas dan gerak paralel yang berlangsung di Desa dan Kota, terlihat pola gerakan GR yang mencoba merawat ruang-ruang diskursus politik rakyat.

Bagi mereka, kerja politik bukan semata membangun struktur organisasi, tetapi juga memastikan gagasan yang mampu menyentuh problem keseharian masyarakat.

“Setiap kali kami ngopi bareng warga, selalu ada ide baru, kritik, dan harapan yang muncul. Itulah bahan bakar perjuangan politik kami,” terang Mustafa. (inum cp/m.aidil/hl)

 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963