18 Februari 2022 | Dilihat: 126 Kali
Reses Kali Ini Hadirkan Stake holder Kebencanaan, Yahdi basma : KITA FOKUS PADA PROBLEMATIKA HUNTAP WTB TSUNAMI TELUK PALU
noeh21

infoaktual.id Palu | Undang-Undang 17 tahun 2014 soal MPR DPR antara lain menyebut  adanya masa masa reses. Masa reses yaitu masa dimana anggota DPR DPRD bekerja di luar kantor.
 

Yaitu, waktu wakil rakyat lakukan kunjungan ke konstituen di daerah pemilihan (Dapil). Tujuannya, menjalankan tugas sebagai anggota dewan, dan ini berarti menjalankan tugasnya dalam hal legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Selain itu, reses juga merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan keputusan sebagai salah satu prinsip demokrasi.

Dan sebagai pemilih yang miliki wakil di gedung  rakyat, masyarakat punya hak partisipatif dalam proses pengambilan  keputusan, dengan tentu melalui mekanisme yang telah ditentukan.

Adalah Yahdi basma, SH salah satu dari wakil rakyat yang kini lakukan penyerapan aspirasi bernama reses itu. Dalam masa persingan II (MP II) tahun III 2022 ini, anggota DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) Yahdi mengelar reses di kelurahan Panau kecamatan Tawaili, Palu 17/02/2022 malam.

Dalam pantau Media ini, di reses kali ini tampak kader Partai Nasdem itu menggandeng beragam stake holder kebencanaan, antara lain kepala pelaksana BPBD Kota Palu, kadis perkimtan Kota Palu dan balai perumahan.

Sementara topik yang dipilih aktivis Pena 98 itu adalah “Huntap Bagi WTB Tsunami Teluk Palu” – sebuah pembahasan seputar problematika hunian tetap (Huntap) korban Gempa, Likuifaksi dan Tsunami di teluk Palu.

Adalah sebuah peristiwa alam yang bermula dengan gempa berkekuatan 7,4  Skala Richter yang memilukan diambang magrib 28 September 2018 yang mengguncang Kota Palu dan Kabupaten Donggala.

Lewat WhatsAppnya +62 811-4581-xxx kepada redaksi malam ini, menuturkan dalam mengajak sejumlah pejabat eksekutif dalam reses dimaksudkan agar diskusi yg dibangun bersama masyarakat bisa fokus dan solutif.

Alasannya, giat reses model begini dilakukan agar problem pokok masyarakat disuatu teritori tertentu (huntap), diharapkan terselesaikan dengan cepat.

"Yaa, saya lakukan reses model begini agar nuansanya tidak sekedar seperti seminar. Kita fokus pada problem pokok masyarakat di suatu teritori tertentu (huntap, red) yang diharapkan bisa cepat selesai,” terang legislator dua periode itu, seraya penutup untuk kemudian kita bawa ke sidang-sidang DPR.(diL)
 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : BCA 7920973498