infoaktual.id.tolitoli I Menutup giatku pekan ini, jum'at pagi lalu bersama team media ngobrol ringan dengan inspektur di kantor inspektorat Tolitoli.
Aku rasa bersyukur dengan pertemuan itu, mengingat selama dua pekan sebelumnya, beberapa kali datang, tidak satu kalipun bertemu.
Jum'at pagi dua hari lalu, inspektur menerima kami sembari ajak santap soto, sebagai pelengkap rutinitas olahraga, jumat pagi.
Nikmati menu yang disiapkan seorang staffnya. Dan lagi lagi, selama di Tolitoli ini aku sering sekali melihat ubi rebus menyertai hidangan lainnya.
Obrolan ringan disela santap itu, hampir selalu ditingkahi derai tawa renyah sang inspektur ketika tanggapi kalimat demi kalimat yang bergantian kami lontarkan untuk beliau.
Meski dengan sendirinya terkemas dalam bentuk obrolan ringan, jauh dari kesan formal. Tapi sesungguhnya kita ingin dengarkan langsung komentar beliau atas peristiwa yang terjadi dibeberapa instansi di kabupaten Tolitoli diwaktu waktu terakhir ini.
Tentang perilaku beberapa ASN di kota cengkeh ini yang nyata nyata menyimpang dari UU nya (ASN) ketika lakukan tugas sebagai pelayan publik -- ketika menyikapi pers saat datang mengkonfirmasi sebuah kasus, adalah tanggungjawab tugasnya.
Tertawa, tertawa, dan tertawalah bentuk jawaban yang diberi sang Inspektur. Bagiku, tawa itu begitu sulitnya untuk diterjemahkan. Serba, tidak pasti, multi tafsir kalau menurutku lagi.
Manakala pemredku masih dalam candanya, coba mengerucutkan pertanyaan untuk meminta penegasan, lagi lagi meledaklah tawa selepas kalimat sang inspektur dengan logat khas Sulawesinya.
"Bodo saya," dan lagi lagi berkelit dari berikan jawaban. Dan spontan kami tertawa keras bersama.
Lalu, masih dalam balutan canda tapi seolah serius, pemred minta aku mencatat. "Tolong ditulis ya, inspektur tidak bisa menjawab karena bodoh," ujarnya.
Dan ruangan pun dipenuhi tawa lepas kami, he he he, ada ada saja. Semua orang pasti juga tahu, bagaimana mungkin menjadi seorang inspektur kalau bodoh, ucapku dalam hati.
Disepanjang perjalanan dari kantor inspektorat, aku jadi berpikir pikir sendiri, kenapa ya pak inspektur terkesan berat berikan pernyataan meski normatif saja sifatnya ?
Jadi, apa sejatinya fungsi dibentuknya badan pengawas ini kalau tidak miliki keberanian berpendapat, apalagi menilai ?
(Athia).