07 Mei 2022 | Dilihat: 288 Kali
Catatan Idul Fitri yang Tertunda.. (1)
noeh21

Catatan Idul Fitri yang Tertunda..

Menjelang waktu mahgrib malam Idul Fitri lalu, tetangga di depan rumah yang aku tinggali disini, antarkan satu nampan bundar berisi menu yang lazim dihidangkan ketika rayakan hari besar Idul Fitri.

Antaran itu unik menurutku. Dalam satu nampan berisi beberapa menu masakan itu terlihat dua kebiasaan dari dua tradisi berbeda yang disatukan.

Selama tinggal di Sulawesi Tengah, aku perhatikan cara hidangkan suguhan untuk tamu di satu acara, mereka gunakan nampan bulat berisi makanan, biasanya berisi nasi plus lauk pelengkapnya. 

Dalam satu nampan diperuntukkan untuk disantap beberapa orang. Jadi akan terlihat beberapa nampan itu dihadapan tamu tamu yang hadir di sebuah acara yang mereka adakan. Menarik. 

Kembali ke soal antaran unik tadi. Nampan dan  penataannya gunakan kebiasaan masyarakat disini, Sulawesi Tengah. Sementara menu masakan yang mengisi nampan itu didominasi menu lebaran khas tradisi Betawi. Tetangga depan rumah perantau asal Jawa barat yang telah berpuluh tahun tingggal di wilayah ini.

Di Jakarta, terutama yang masih kental dengan nuansa Betawi, Sayur godog pepaya istilah mereka, salah satu menu khas yang akan selalu ada di daftar masakan ketika Idul Fitri, selain semur daging, juga sambal goreng untuk temani ketupat. 

Di nampan antaran, ada sayur godog khas Betawi, ada semur ikan tongkol, ketupat, plus satu makanan khas di Sulawesi tengah ini. Orang disini menyebutnya Sokko Tambu, terbuat dari beras ketan yang dimasak, lalu dibungkus daun pisang kemudiannya diikat dengan tali yang menurutku begitu rumit ketika membukanya. 

Diluar semua itu, yang pasti antaran malam hari raya lalu itu aku maknai bentuk perhatian dan kasih sayang mereka. Bukan sekedar masakan. Ini cinta. Dan aku mensyukurinya..

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963