15 Mei 2022 | Dilihat: 252 Kali
Catatan Idul Fitri yang Tertunda.. (3)
noeh21

Catatan Idul Fitri yang Tertunda .. (3)

Sejenak serasa merasai suasana 'Solo ku' ketika berkunjung ke rumah kediaman mantan Bupati Tolitoli, Drs. H. Ma'ruf Bantilan, MM. 

Ibu, istri beliau bertutur pernah lama tinggal di Yogya ketika aku jawab pertanyaannya bahwa aku terlahir di kota Solo, tumbuh besar di sana,  sampai selesaikan kuliah sarjanaku di kota yang dijuluki kota Bengawan itu.

Lalu akupun berbahasa Jawa ketika Ibu mulai gunakan bahasa itu. Tentu saja kugunakan bahasa Jawa Kromo Inggil, tataran dalam bahasa Jawa yang digunakan ketika berbicara terhadap orang yang lebih tua dan kita hormati. 

Ternyata Ibu begitu fasih gunakan bahasa Jawa layaknya orang yang aku temui di Jawa.
Mantan wakil DPRD Kabupaten Tolitoli dua periode yang saat ini berusia tujuh puluh tahunan itu begitu hangat, ramah dan wellcome dengan tamu tamu yang datang.

Ketika dipersilahkan cicipi hidangan makan siang yang disajikan secara prasmanan itu, suasana Solo itu kembali mengaliri perasaanku. Bagaimana tidak, disana terhidang opor ayam, sambal goreng, rendang daging plus lauk lezat lainnya, yang kesemuanya bercita rasa Solo menurutku.

Rendang yang merupakan masakan khas Padangpun berasa manis manis lezat. Khas lidah Solo.
Aku juga menemukan lontong diantara menu lain di meja panjang itu. 

Di Solo, biasa gunakan lontong untuk pelengkap menu Idul Fitri, bukan ketupat. Karena di Solo ada tradisi 'bakdo kupat', yang dilakukan sepekan setelah Idul Fitri,  setelah diwali puasa Syawal sebelum hari H. 

Aku membiarkan rasaku dimanjakan suasana Soloku bertahun lalu ketika di rumah kediaman mantan Bupati yang beristrikan mantan wakil ketua DPRD Tolitoli ini. 
Ruangan yang sangat terjaga kebersihannya, penataan perabot yang sedemikian rapi, ditambah nuansa "sunyi".  

Suara yang muncul dari percakapan di ruangan itu hanya sekedar saja.  Sama sekali tidak terdengar intonasi tinggi ataupun suara tawa yang lepas bebas.  Semua berjalan sangat halus, serba perlahan, dan penuh tatakrama kesantunan. Berpuluh tahun lamanya aku akrabi suasana seperti ini di rumah Solo.

Dan ketika tiba saatnya akhiri kunjungan silaturahmi itu,  akupun berpamitan dengan penuh takzim,  mohon pamit ke Ibu,  yang lagi lagi masih dijawab  dengan bahasa Jawa halusnya,
"Monggo...monggo...maturnuwun.." begitu suara Ibu diiringi senyum ramahnya. 

Dan Perjalanan pulangpun diikuti perasaan yang bercampur. Senang serasa merasai lagi suasana Soloku meski sejenak, yang lalu diikuti  sepintas kesedihan yang aku haruskan sejenak pula, adalah ketika tersadar atas kenyataan yang ada di depan mata saat ini. Semua kehangatan dalam kebersamaan keluarga yang indah di Solo selama masa itu,  saat ini tinggalah kenangan.. 

Tapi secepatnya aku susuli rasa syukur, setidaknya kenangan indah itu pernah aku miliki..

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963