Palu, infoaktual.id - Aku Athia asal Solo. Sepuluh bulan lebih keberadaanku bolak balik Tolitoli dan kota Palu - Sulawesi Tengah, aku rasakan seperti tengah ikuti kuliah (lagi). Dan perkuliahan yang teramat istimewa menurutku. Kenapa ? Karena aku tidak lagi belajar teori, melainkan penerapannya langsung di 'lapangan'.
Aku bahkan langsung dihadapkan sebuah 'kasus besar'. Bagaimana tidak dikatakan besar, terlapor dan pelapor, ke duanya adalah orang orang "kuat" di porsi nya masing masing.
Di satu sisi, pihak terlapor, adalah seorang penguasa daerah setempat, bagian dari "dinasti" yang begitu kuat mengakar di masyarakat Tolitoli. Orang nomor satu di kota Cengkeh ini, telah purna tugas dari jabatannya sebagai Bupati, memimpin kota ini selama dua periode kepemimpinan.
Di sisi lain, pelapor adalah putra daerah asli kelahiran Tolitoli. Seorang Jurnalis kawakan. Hampir setengah abad lamanya, tepatnya 43 tahun, telah dilewatinya dengan mendedikasikan seluruh waktunya di bidang jurnalistik. Malang melintang sebagai seorang pewarta investigatif yang konsisten, antara lain di Mingguan Pembela Makassar, Inti jaya,Tablois Skandal Jakarta serta Majalah Fakta dan Detektip Spionase diera tahun 90 an.
Dia tak lain Udin Lamatta. Baginya, suatu kebenaran mutelak dan harus di tegakkan, tidak ada tawar menawar. Tidak peduli ketika nyawa akan menjadi taruhannya sekalipun. Satu sikap yang menurutku semakin langka adanya, tapi sosok ini nyata masih aku temukan di sini.
Aku sebagai Jurnalis yang masih minim pengalaman, membersamai proses penanganan kasus kedua belah pihak sedari awal pelaporan, meliputnya dan lalu menuangkan nya dalam tulisan berita, suatu perjalanan pengalaman yang sarat akan tantangan.
Sangat seru, terkadang ngeri serta menegangkan. Dan ketika komentar yang lebih sering bersifat bully an muncul bertubi tubi sesaat setelah tulisan berita di tayang, cercaan mereka aku posisikan sebagai ajang latihan pengendalian diri.
Tapi yang pasti, setiap sisi dari perjalanan pengalaman ini membuka wawasan pemahamanku tentang peliknya persoalan menyangkut ranah hukum, dengan segala "pernak pernik" nya. Kesemuanya itu makin melengkapkan pemahamanku dengan menyeluruh.
Tulisan perjalananku jalani tugas jurnalis selama hampir satu tahun di kota Palu dan Tolitoli ini sangat lah menarik dan panjang. Kini aku menulisnya sebagian demi sebagian, dan tulisan ini adalah awalannya (Athia).