Infoaktual.idI I "Sudah kepalang basah sekalian mandi..", pepatah ini tengah aku lakukan sekarang ini. Aku tidak pernah menyangka, di usia ku yang mulai memasuki kepala lima ini, aku bahkan baru mulai aktif berkegiatan sebagai Jurnalis..
Bertahun, mungkin berpuluh tahun sebelum saat sekarang ini, meski tetap saja menulis dan terus menulis di keseharianku, tapi aku menjalani nya sesuka ku..
Aku atur sendiri jadwal, kapan saat menulis, kapan (sering) mengabaikannya. Topik tulisan nya pun semau mau ku sendiri. Sesuai mood yang lagi muncul saat itu. Suka suka aku lah istilah nya. Bebas saja..sesenangnya hati mau lakukan apa.
Tapi itu semua terjadi waktu dulu. Di dua tahun terakhir ini, ketika situasi tidak lagi sesuai idealku, juga untuk sebuah alasan yang aku merasa tidak wajib menceritakan nya ke siapapun, aku memutuskan bergabung ke sebuah media kala itu. Bekerja sebagai Jurnalis.
Keputusan ku tidak tanggung tanggung. Aku sekalian memilih pergi ke tempat yang jauh, seberang pulau, tinggalkan lingkungan yang selama itu telah selalu memberiku kenyamanan.
Di kota Palu - Sulawesi Tengah, aku benar benar memulai kemandirian ku yang paling sesungguhnya..(meski sebenarnya sudah agak terlambat).
Media tempatku bergabung concern di persoalan hukum dan kasus politik.
Betapa perubahan suasanaku benar benar terasakan bak bumi dan langit ketika mulai berkecimpung di dalamnya..
Sejatinya aku lebih bisa hayati persoalan berkait dengan dunia perempuan. Tentang segala hal yang bersentuhan dengan kemanusiaan.
Tapi di media ini, suka atau tidak, aku harus dan sering terlibat ketika bahas kasus hukum, persoalan berkait politik. Lalu kemudian menuliskannya ke dalam berita..
Tempat yang aku datangi otomatis jadi berubah. Tidak pernah terlintas dalam pikiranku sebelumnya, bahwa satu saat, satu tahun terakhir ini, aku bakalan wara wiri di kantor Pemerintahan.
Mendatangi Kantor Gubernur, Kabupaten, kantor Kejaksaan Tinggi, hadir di Gedung DPR & DPRD. Mendatangi kantor Polda, Polres, LSM, dan masih beberapa lembaga lainnya lagi.
Aku tidak pernah bermimpi harus mengakrabi tempat tempat seperti ini. Demi sebuah wawancara. Mengejar nara sumber, mengkonfirmasi, me cek and recek sebuah informasi, demi akurat nya sebuah penulisan berita.
Sempat terselip rasa tidak percaya diri pada awalnya. Aku sering grogi, lamban menangkap moment mahal karena tiada nya pengalaman sebelumnya.
Tapi sungguh, tekanan demi tekanan ketika jalani pekerjaan, pelan namun pasti sukses menempa ku bermetamorfosis. Dari cara berpikir dan gerakan yang serba lamban, menjadi sigap, 'tegak berdiri' , disiplin dalam sikap dan management waktu. Tidak lagi "semau gue" seperti waktu sebelumnya.
Masih teringat ketika hampir putus asa di awal jalani pekerjaan sebagai jurnalis. Beruntung kala itu aku berhasil menanamkan pemahaman ke dalam pikiranku,
Bahwa aku hanya miliki dua pilihan.
Menurutkan perasaan, memanjakannya, lalu mundur dari pekerjaan, atau berlatih keraskan hati, abaikan perasaan, berupaya mengambil sisi positif dari tiap peristiwa yang datang.
Alhamdulillah aku 'kekeh' dengan memilih sikap ke dua. Aku ingin berubah. Aku harus tetap 'melangkah'. Harus move on.
Masih teringat dengan jelas, lelahnya upaya bangkit dari keterpurukan lahir batin. Aku masih merasai perihnya temukan sikap Ingkar. Perlakuan dusta, dan sakit nya (seolah) dipaksa mengalah..
Tapi sudah lah.. "It was in the past" , kata sebuah ungkapan. Saat ini bekerja, bekerja, dan bekerja lah yang ada di depan mata. (Next).
(Athia)