13 Agustus 2021 | Dilihat: 1373 Kali
Sekelumit Kisah Hasan Tawil Luput Dari Jatuhnya Merpati Air Lines Di Gunung Tinombala 1977.
noeh21



PALU infoaktual.id | Naskah asli disadur dari KAIDAH.ID/FB MUCHTAR MARHUM – Innalillahi Wainnailahi Rojiun, kamis pagi 12 Agustus 2021 tokoh perintis pembentukan Kabupaten Buol Tolitoli, Haji Hasan Tawil, BA telah wafat, tinggalkan duka bagi segenap rakyat sulteng, khusunya Kabupaten Tolitoli dan Buol.

Diketahui, selain ketua Kwarda Gerakan Pramuka, sekaligus anggota DPRD Sulteng, Hasan Tawil juga merupakan salah satu dari sekian penumpang yang luput diperistiwa jatuhnya twin otter pesawat Merpati Air lines di gunung Tinombala, 29 maret  1977.

Waktu itu, selasa bulan Maret, tepatnya 29/3/1977 pesawat Merpati Nusantara Airlines, DHC-6 Twin Otter PK-NUP mengudara dengan cuaca sangat cerah dari Mutiara Palu, kini Sis Al Jufri menuju Bandara Lalos Kabupaten Buol Tolitoli.

Penerbangan dari Palu ke bandara Lalos yang seperti biasanya menelusuri pantai di atas laut Sulawesi itu normal. Tapi kali ini, untuk persingkat waktu Kapten Pilot Ahmad Anwar dan Co-pilot Mochammad Masykoer memuputuskan belok sedikit ke kanan dan terus terbang menelusuri udara gunung-gunung.

Dalam menerbangi gunung lebat itu, cuaca tiba-tiba buruk, awan tebal tampak depan moncong pesawat. Entah sudah terukur, dengan fokus pada dua sistim pengendali (Elevator and control surface), Capt Ahmad Anwar dan Co-Pilot Mochammad lantas menerobos masuk ke awan tebal itu.

Kemudiannya, ooh pesawat terguncang dan oleng kian kemari, diikuti hantaman angin kencang, sampai akhirnya sayap patah, lupa apakah keduanya patah.

Tapi yang pasti, Merpati yang membawa 26 penumpang jatoh dan tersungkur di pepohonan besar nan lebat, hingga akhirnya terkapar di tanah, tak seberapa jauh dari bibir sungai Ongka.

Astaghfirullah aladzim, 15 penumpang pesawat yang sudah remuk itu meninggal, Co-Pilot Mochammad Masykoer dan 10 lainnya selamat, salah satu diantaranya hanya pinsan, dia adalah anggota Praja Muda Karana (Pramuka), Haji Hasan Tawil, Masya Allah.

Terus, Hasan kemudian siuman. Tak lama, entah karena memang jiwa kepramukaannya yang pengembara, pelatih Pramuka dengan seabrek tanda mahir itu bersegera meninggalkan korban yang selamat dilokasi reruntuhan pesawat dan jasad penumpang.

Hasan menuruni gunung, menelusuri sungai deras lagi jenih untuk mencari pertolongan – Co-Pilot Mochammad Masykoer juga bersamanya.

Enam hari Hasan Tawil melintasi tepi-tepi sungai dengan hanya meminum jernih air untuk lepaskan dahaga supaya langkahnya tetap stabil.


Alhamdulillah, Co-Pilot Mochammad Masykoer melihat sebuah Desa, akhirnya Hasan Tawil disambut banyak penduduk di Desa yang terlihat tadi.

Namun kemarin, kamis 12 Agustus 2021 atau sekitar 43 setelah penumpang yang luput dari peristiwa yang sangat diluar nalar itu, haji Hasan Tawil telah berpulang ke hadirat illahi rabbi Allah SWT dengan meninggalkan kisah dan sejarah "mahal", sekaligus duka teramat dalam.

Selamat jalan Opa Bapak Om dan saudaraku, Hasan Tawil. Allahummagfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu. Innalillahi wainna ilaihi raji’un. (Ochan Headline/tia/din)



 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963