19 Mei 2023 | Dilihat: 478 Kali
Sidang Kriminalisasi Wartawan Senior Udin Lamatta
noeh21

Oleh : ATHIA
Infoaktual.id - Tolitoli I Sidang Kriminalisasi Wartawan Senior Udin Lamatta, di PN wilayah kabupaten tempatku bergiat, Senin 15 Mei lalu

Menorehkan kesan sebegitu mendalamnya disanubariku. Bagaimana tidak ? 

Sang terdakwa,  yang ketika jalankan profesi investigasinya, tak mengenal ampun sepanjang berdiri direl kebenaran

tak peduli apa dan siapa akan dihadapinya untuk perolehan sebuah data valid itu, sempat "speechless" ketika terima pertanyaan sang Hakim

Persidangan sempat di skors sejenak demi beri kesempatan Sesepuh Jurnalis Tolitoli yang meminta kesempatan minum terlebih dulu sebelum berikan jawaban

Ketika sidang dilanjut, air yang telah direguknya itu, ternyata tetap saja tak mampu alihkan perasaan yang tengah mengharu biru emosinya di kursi terdakwa

Pertanyaan sederhana  sebenarnya, "Apakah anda rasa bersalah ? Apakah anda rasa menyesal ?", 

Dua pertanyaan itu dilontarkan sang Hakim, seusai mencecar dengan sekian pertanyaan sebelumnya, 

dengan intonasi yang menurutku teramat sesakkan pendengaran pula, serasa harus menahan nafas saat mendengarnya

Sungguh, aku sendiri tidak pernah berpikir akan jawaban terdakwa atas dua pertanyaan itu

Meski tetap dengan suara lantang, sempat terdengar upaya keras Pemred media Infoaktual itu menahan tangisnya

"Iya saya menyesal yang Mulia. Saya menyesal menjadi Jurnalis idealis, yang tidak pernah bisa diamkan penyimpangan sekecil apapun terjadi didepan mata saya"

Meski suara makin parau terdengar, terdakwa teruskan jawabannya 
"Saya ini miskin yang Mulia. Saya rasa bersalah kenapa saya tidak pernah mau di suap  untuk diamkan kesalahan.." tangis yang sekuatnya ditahan itupun pecah.. Lalu terhenti. Dan  Senyap..

Sampai sampai sang Hakim Ketua perintahkan seorang petugas yang berjaga dipintu masuk ruangan sidang, bawakan satu box tissue untuk terdakwa

Aku lebih memilih langkahkan kaki keluar ruang persidangan sejenak, sebelum air mataku benar benar ikut menetes menahan keharuan 

Seolah ikut merasai "emosi" tertahan yang lalu tumpah dalam tangisan yang akhirnya pecah itu..

Ketika telah berhasil kuasai diri, aku kembali memasuki ruang persidangan yang terasakan telah berubah suasananya..

Sempat terlihat salah seorang hakim tengah mengenakan kembali kacamata yang sempat dilepasnya..
(Next)
 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963