21 Mei 2023 | Dilihat: 852 Kali
Tentang Sidang Kriminalisasi Wartawan Senior Udin Lamatta
noeh21

Oleh : ATHIA
Infoaktual.id - Tolitoli I Membersamai jalannya sidang Kriminalisasi Wartawan Senior Udin Lamatta selama ini

Membuatku jadi berpikir, andai jujur, tentu tidaklah  setiap yang terduduk di kursi pesakitan dalam persidangan, 

Merelakan dirinya dicecar pertanyaan oleh Hakim dengan intonasi yang lebih seringnya "menyesakkan" pendengaran..

Itupun kalau kemudiannya ketika terdakwa  tengah jawab cecaran pertanyaannya akan "berimbang" 

Yang aku saksikan selama ikuti jalannya sidang ini,  yang konon informasi banyak orang diluaran, baru terjadi untuk pertama kalinya di kota kabupaten tempatku bergiat saat ini 

Menurut hematku, serasa sedemikian terbatasnya "ruang" bagi terdakwa ketika beberkan sebuah penjelasan, atau reason akan sebuah penjelasan

Aku mengibaratkan, untuk mencapai ke satu tujuan ada tersedia  beberapa jalan
Tapi seolah variasi ini tidak berlaku untuk terdakwa. Terkesan harus sama sama lewati jalan yang telah dipersiapkan oleh pemberi pertanyaan, 

tidak ada kebebasan memilih jalan alternatif, meski ujungnya untuk menuju tujuan akhir  yang sama. 

Bahkan sekedar untuk maksud memperjelas sebuah alasan kenapa gunakan jalan alternatif itu sekalipun
Apalagi saat terlihat sesekali terdakwa buat suatu analogi..atau katakan kalimat pencerah untuk menerang benderang kan satu maksud

Yang akan terjadi kemudiannya,  sepanjang bukan jalan yang telah dipersiapkan, jangan berharap bakalan didengar. Akan langsung dipangkas disertai alasan yang harus dimengerti sebagai masuk di akal

Sekedar tambahkan kalimat untuk sampai pada pemahaman utuh sekalipun,  terkesan 'no way" banget lah pokoknya..

Sungguh, ternyata bukan persoalan  mudah terduduk di kursi terdakwa, selain harus miliki kesabaran berlapis, pun harus "bernyali" . Uniknya nyali itu harus tetap dikemas dengan tampilan ketenangan..tidak ada bantahan

Selama ikuti beberapa kali persidangan yang telah lewat, sempat imaginasiku mengembara jauh ke masa laluku. Masa semasih di rumah Solo. Rumah kedua orang tuaku berpulub tahun lalu

Suara yang aku dengar dalam suasana hening bernuansa sakral di rumah saat itu hanyalah kata .. " Inggih, sendiko dhawuh..." dari orang orang yang tiap aku meminta sesuatu..

Ga kebayang bagaimana akan merontanya jiwa "ke bendoroan" ku andai aku di posisi seperti terdakwa yang aku saksikan selama ini

Terima bentakan. Penghentian sepihak lagi mendadak ketika menjawab. Dipanggil dengan suara lantang..
Semoga kesemua itu tidak akan pernah aku alami.. jauhkan yaa  ALLAH.. (Next)


 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963