76 Tahun Sudah RI Merdeka, Depan Matanya Kabupaten Tolitoli : PULAU PANDAN DESA SAMBUJANG TETAP GELAP GULITA, OH TUHAN
PulauPanda Desa Sambujang
Tolitoli | infoaktual.id | Menyadur naskah asli JOURNALTELEGRAF - Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng), merupakan salah satu daerah di Sulteng penyumbang terbasar produksi Cengkeh. Sulteng juga dikenal pemasok produksi Cengkeh ke tiga di Indonesia, setelah Sulawesi Tenggara dan Jawa Timur.
Kendati begitu, ternyata Kabupaten seluas 4.079,77 km² dengan jumlah penduduk 220.411 jiwa pada 2020 ini, depan matanya masih terdapat Desa yang belum tersentuh jaringan Listri sejak Indonesia Merdeka, 76 tahun silam, oh tuhan.
Desa dimaksud adalah Sambujang, Kecamatan Ogodeide, terletak disebuah pulau kecil, hanya sekitar 11 KM arah barat Kota Tolitoli, dengan akses jalan lewati jembatan penyeberangan tak kurang sepanjang 300 meter dari daratan Desa tetangga.
Belum diketahui berapa warga yang bermukim di pulau ini. Namun yang pasti, penduduk Desa Sambujan sekita 877 jiwa, dengan angka miskin ada 47 orang.
Salahn seorang warga penduduk mengaku tidak merasakan arti kemerdekaan RI ini, karena mereka belum merdeka dari penerangan listrik. Sebab itu, Dia berharap pemerintah memperhatikan warga di desanya.
“Bagaimana penerangan itu kami pun tidak tahu. Warga di sini belum pernah merasakan penerangan, karena belum ada listrik. Kami pakai genset saat malam hari,” sebut warga yang tidak ingin disebutkan namanya, Senin (17/8/2021).
Mengingat pada sekitar 5Km mendekati Sambujang, medan jalannya sempit, berkelok-kelok dan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, sampai akhirnya di jembatan penyeberangan tadi. Pastinya, untuk bisa mencapai pulau Desa itu diperlukan waktu sekitar satu setengah jam dari pusat Kota.
Pada malam hari, hanya segelintir warga mampu menggunakan mesin jenset, lainnya terpaksa harus hidup dalam kegelapan. Warga mengaku sudah berkali-kali mengajukan permohonan ke PLN maupun pemerintah Daerah, namun sampai saat ini, nihil.
“Sejak Desa ini berdiri, sampai sekarang 2021 warga kami belum mendapat aliran listrik, belum sekalipun kami rasakan sarana PLN,” keluhnya.
Tidak hanya soal penerangan, Desa yang dijuluki pulau pandan ini juga memiliki banyak persoalan, infrastruktur jalan tidak memadai. Demikiaan halnya Air bersi, harus diambil di darat dengan menggunakan sampan, lantaran memang belum ada PDAM.
Sejak lama Masyarakat hidup pasrah dalam janji-janji “manis”. Sebab itu, melalui Media ini mereka menggantungkan berharap supaya arti kemerdekaan yang telah dinikmati Rakyat di Desa lain, di Bumi Pertiwi ini dapat juga mereka rasakan di pulau Panda Desa Sambujang .
“Bukalah mata hati kalian Pemerintah dan PLN, kami sangat berharap, beri apa yang layak kami terima, kami butuh penerangan, bukan janji-janji saat mau pemilu,” pintanya. (legitha aswardy/din)