Didampingi Konsultan Fadli : Komisi IV DRPD Sulteng Faisal Lahaja, Cek Proyek Penanganan Darurat Sungai Di Tolitoli
infoaktual.id Tolitoli | Dilansir dari PosRakyat – Dalam jalankan fungsi pengawasan, Moh.Faisal Lahaja,SE atau yang dikenal MFL, anggota Komisi IV DPRD Sulteng bidang bencana mengecek proyek penanganan darurat sungai Tuweley, sungai utama yang membelah kota Tolitoli, jumat 11/2/2022.
Saat dirinya cek proyek ini, pria yang juga ketua DPD II Partai Golkar Tolitoli itu menuturkan bencana sungai yang kerap terjadi ini merupakan salah satu tugas Komisi IV, dimana ruang lingkupnya antara lain BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sulteng.
“Kalau fungsi pengawasan yang melekat di Komisi IV itu, salah satunya membidangi BPBD. Sehingga, wajib bagi kami mengecek langsung pelaksanaan proyek ini. Dan alhamdulillah untuk sementara masih pada tataran normal,” ujarnya.
Dijelaskan Faisal, dana yang digelontorkan di sungai Tuweley kali ini murni dari APBD Sulteng yang digali dari pos Biaya Tak Terduga (BTT) yang dicantolkan di BPBD Sulteng, dengan nilai Rp 11 Miliyar.
Wagub Sulteng, Ma’mun Amir (kanan) saat tinjau kondisi sungai dari jembatan, Kamis 2 Desember 2021.
“Iya, anggarannya murni APBD Propinsi Sulteng pada pos belanja BTT di BPBD Sulteng,” terang anggota Badan Anggaran, banggar DPRD Sulteng itu.
Uang sebesar Rp 11 miliyar ini harap Faisal, dapat mengatasi bencana banjir yang telah jadi mokok bagi masyarakat kota Cengkeh, khususnya warga di jalan Anoa. Pokoknya, hampir separoh tiga kelurahan dalam kota, Panasakan, Baru dan Tuweley terendam setiap hujan, setiap banjir.
Sementara itu, konsultan perencanaan, Fadli yang turut mendampingi legislator asal Kabupaten Tolitoli ini mengatakan capaian pekerjaan sejak Nopember 2021 hingga saat ini progresnya sudah 65 persen.
Dari prosentasi itu kata Fadli, baru dibayarkan ke pihak pelaksana sekitar 30 persen, atau sebesar Rp 3 miliyar lebih.
Kenapa demikian? “Kalau dana BTT itu sistim pembayarannya lain. Dikerja dulu, baru dibayar,” pungkas Fadli. (rm/athiainfo)