Ditipu Hingga Rp 200 Juta, Pengacara Nasabah Investasi Bawa Massa Geruduk PT BPF
Bandung | infoaktual.id | PT. Best Profit Futures (“BPF”), perusahaan pialang berjangka dan terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sejak tahun 2004. Anggota PT Bursa Berjangka Jakarta dan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), PT Best Profit Futures memiliki 10 kantor operasional di Indonesia, antara lain Jakarta dua kantor, Bandung, Surabaya, Malang, Medan, Banjarmasin, Pontianak, Jambi, Pekanbaru dan Bandar Lampung.
Dalam menjalankan usahanya, dibidang investasi seharusnya pihak perusahaan memberikan edukasi dan penjelasan kepada calon nasabah secara detail, jelas dan gamlang, sehinga tidak menimbulkan keraguan bagi calon nasabah agar tidak terjadi kesalahan yang merugikan nasabah.
Seperti yang dialami salah satu nasabah dari keluarga besar Ormas Manggala Garuda Putih, dia merasa di iming-iming keuntungan yang berlipat ganda jika berinvestasi di PT.BPF, nyatanya bohong. Hal ini disampaikan Biro Hukum Garda DPP MANGGALA GARUDA PUTIH, Tomu Hutasoit, SH, MH.Hal ini saat menggelar aksi demo depan kantor PT. 1/2021 di jalan jakarta 21 Bandung.
DikatakanTomu, pihaknya telah menyampaikan kekecewaannya kepada management PT. BPF karena sudah beberapa kali melakukan mediasi, namun tidak pernah memberikan keputusan yang jelas. Setiap ditemui selalu mengatakan sudah sesuai peraturan perusahaan, yakni kewenangan pengembalian investasi ada dikantor pusat di jakarta.
“Padahal, yang kami minta adalah uang pribadi yang telah diinvestasikan pada PT BPF senilai 200 juta, kenapa harus ditahan-tahan,” jelas Tomu dengan nada kecewa. Sementara itu, Koodinator aksi H. Deden Roni Juanda dan Abdul Aziz, SE, menyatakan kami akan terus melakukan aksi sampai pihak PT BPF mengembalikan uang nasabah. Dikatakan, dia pernyataan Abdul Azis SE bahwa akan Melakukan aksi demo yang lebih besar, 6/92021.
“Terkait hal itu, kami meminta pemerintah agar membekukan ijin operasional perusahaan tersebut jika tidak memenuhi tuntutan kami,” jelas H. Deden Ronny ditengah 200 massa aksi. Ironisnya, ketika saat ormas Manggala Garuda Putih menggelar aksi pihak, manajemen PT BPF tidak ada yang keluar menemui pendemo. Bahkan sebelum para peserta aksi datang, sudah dalam pengamanan pihak kepolisian. Aksi ini dilakukan sesui protokol kesehatan dan pengawalan yang sangat ketat.
Sampai berita ini diturunkan, awak media tidak dapat memintai keterangan dari pihak perusahaan karena dijaga ketat polisi. (*)