21 Mei 2024 | Dilihat: 510 Kali
GUNAKAN PESAWAT DARI SURABAYA PAGI INI, DUA LAGI WANITA PALU KORBAN TPPO DIPULANGKAN TIM KEMANUSIAAN YAHDI
noeh21

Ifoatal Palu | Dua wanita korban dugaan TPPO (Tndak Pidana Perdagangan Orang) asal Desa Guntarano Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng) hari ini Selasa 21/5/2024 tiba di Palu dari Surabaya.

“Alhamdulillah, berkat kesigapan Tim Advokasi TPPO dari sejumlah Lawyer LBH Sulteng, Solidaritas Perempuan Palu serta beberapa tokoh yang konsern, Insya Allah dua korban inisial SR dan RN tiba dari Bandara Juanda Surabaya,” kata Aktivis 98 Yahdi Basma di Palu tadi malam.

Dijelaskan mantan anggota DPRD Sulteng dua periode itu, pemulangan kedua korban SR dan RN yang sudah pekan di Surabaya itu terlaksana atas upaya Tim Advokasi TPPO  dengan pihak terkait.

Seperti diketahui, pemulangan korban SR dan RN itu terlaksana karena dukungan dan koordinasi para pihak, sampai akhirnya pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI ) Jawa Timur.

Pula, terciptanya koneksi jaringan aktivis 98 yang senantiasa bergerak memfasilitasi kedua korban yang sudah 20 hari lebih terpisah dari keluarganya di Desa Guntarano, Kabupaten Donggala.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pencegahan pengiriman korban TPPO SR dan RN itu bermula dari informasi rekannya seorang wanita berinisial AR warga di jalan Tombolotutu, Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikuloren Kota Palu yang juga merupakan korban TPPO.

“Iya, dari sejak kami berangkat ke Jakarta 30 April 2024, lalu ke Surabaya, saya berhasil kabur dan dibantu Kak Yahdi melalui temannya di Jakarta, dan saya tiba di Palu 11 Mei 2024,” ujar AR senin 20/5/2024.

Jadi dua orang teman saya SR dan RN tambah AR, sampai hari ini dorang dua (mereka berdua)  masih di Surabaya.

“Syukur alhamdulillah, dari informasi di WA Grup yang saya ikuti, katanya besok (selasa 21 Mei, red) mereka berdua tiba di Palu,”  lanjut ibu muda kelahiran Talise tahun 1999 ini.

Terkait pemulangan kedua korban TPPO itu, kata Yahdi insya allah tiba di Palu menggunakan pesawat hari.

“Besok waktu dhuha, diperkirakan flight dari Juanda Surabaya yang digunakan ke dua korban landing di Bandara Mutiara SIS Aldjugri Palu,” terang Yahdi si mantan komisioner Bawaslu dan KPU Sulteng itu yang dihubungi tadi malam.

Direncanakan besok pagi kata Yahdi, Tim Advokasi TPPO Sulteng bersama LBH Sulteng, SP Palu dan pihak BP3MI Kota Palu akan turut menjemput dua wanita korban TPPO tersebut.

Tentu saja, harapan publik tutur Yahdi, bahwa dengan kepulangan korban TPPO ini, proses hukum tetap harus ditegakkan.

“Benar, harus diusut tuntas, apalagi kan ada Perpres 49 Tahun 2024 tentang Gugus Tugas Pencegahan dan Perlindungan TPPO di Indonesia,” kata kader Partai NasDem Kota itu mengingatkan.

Regulasi jangan sekedar tumpukan lembaran kertas lanjut Yahdi, namun harus berdiri tegak melindungi rakyat, dan Ke depan tak boleh lagi ada korban semacam ini.  

“Poin saya adalah, perusahaan penyalur tenaga kerja ke luar negeri haruslah benar-benar bekerja profesional berdasarkan ketentuan yang berlaku,” pungkas pria yang dikenal aktivis Pasila itu. (teraskabar/hl)
 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963