INTELIJEN BARAT SEBUT IRAN SEGERA GEMPUR ISRAIL TEPAT DIHARI BESAR YAHUDI
Infoaktual.id Jakarta | Intelijen barat menyebut Iran rencana gempur Israel tepat pada salah satu hari besar Yahudi, pekan kedua Agustus.
Sumber intelijen tersebut tulis CNN Indonesia, muncul pada Jumat 2/8/2024 yang mengatakan kepada Sky News seperti dikutip dari Jerusalem Post, Iran akan serang Israil pada 12 Agustus, tepat peringatan Tisha B'Av.
Peringatan itu adalah salah satu hari besar umat Yahudi di Israel meratapi kehancuran kuiol pertama dan kedua. Peringatan itu itu melibatkan sejumlah ritual, yaitu puasa berkabung, dan penyangkalan diri.
Dikatakan CNN, Iran dan milisi proksi Hizbullah dari Lebanon akan melakukan serangan besar-besaran dalam satu hari, 12 Agustus 2024 itu.
Tiga sumber mengatakan kepada New York Times, dan dikutip Jerusalem Post, Iran segera lakukan balasan atas kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh yang diduga dilakukan Israel.
Sentimen aksi balasan tersebut semakin menguat setelah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menuliskan di Twitter untuk memerintahkan serangan ke Israel sebagai pembalasan atas kematian Haniyeh.
"Ini adalah kewajiban kita untuk membalas dendam atas peristiwa yang tragis dan pahit ini di Republik Islam Iran. Ini tugas kita untuk membalas dendam," kata Khamenei.
Sementara itu, sumber intelijen tadi bilang serangan Iran akan dilakukan di hari besar Yahudi untuk menincar dampak psikis dan emosional warga Israel.
Saat hari berkabung tersebut, umat Yahudi disebut bakal lebih rapuh, sehingga semakin menambah penderitaan mereka secara psikis jika Iran melancarkan serangan.
Serangan Iran di hari Tisha B'Av juga disebut-sebut jadi alasan simbolis Teheran membangkitkan kembali trauma akan bayangan kehancuran.
Atas serangan itu, Iran kabarnya menargetkan serangan tersebut akan membawa elemen kejutan di Israel. Terlebih, Teheran meyakini keamanan Israel bakal lengah, karena fokus pada peringatan hari besar Yahudi tersebut.
Iran sebelumnya pernah melancarkan serangan ke Israel dengan ratusan rudal dan drone pada April lalu. Aksi itu dilakukan sebagai balasan atas serangan israel ke Konsulat Jenderal negara itu di Suriah.
Meski demikian, juru bicara militer Israel (IDF) Daniel Hagari mengklaim pihaknya mampu menangkis 99 persen rudal dan drone Iran tersebut.
Serangan Iran itu juga diklaim IDF hanya mengakibatkan kerusakan kecil di markas udara Israel. (bac/hl)