26 November 2022 | Dilihat: 135 Kali
Kongres MIO I Indonesia Ajang Melegitimasi Kepemimpinan Sesat Ketum Yogi, Main Pecat pengurus Kritis ?
noeh21

Infoaktual.id Jakarta | Teriakan mosi tidak percaya mewarnai Kongres I Media independen Indonesia (MIO Indonesia) menggema di Golden Boutique Hotel, Jumat (25/11/2022).
 

Seperti diketahui, Kongres I digelar menyusul sikap kritis sejumalah pendiri dan pengurus pusat MIO antara lain sekjend M.Junaidi, ketua internal Yandri, dan Rully R, ketua external, bendahara umum Astrid dan wakilnya Ikin Roikin, tak kecuali Ka-divisi Advokasi MIO Pusat Hasanudin Lamatta atas tabiat kepemimpinan ketum Yogi Cs yang dinilai sesat dan arogan .
 

Langkah sesat dan arogansi Yogi antara lain maen bongkar pasang pengurus yang dianggap tidak dengar kebijakan nyimpang Yogy selaku nakoda organisasi pecahan IMO dan MOI itu.
 

Pokoe, siapa saja (termasuk pengurus di Daerah) yang tidak patuh, dan selalu komen kritis pasti dikeluarkan dari ruang diskusi, grup Whatsapp (WA) tanpa diperingati terlebih dahulu, bahkan tidak diundang dalam kongres itu.

“Kongres ini hanya permainan ketum Yogi dan kroninya, sehingga tidak ada pertimbangan pendapat anggota lain dalam memilihnya. Ibarat jualan sayur di pasar pagi,” ungkap Divisi hubungan antar lembaga MIO pusat, Deni Dimas yang juga tidak diundang.

Dikatakan Dimas, kabar tersebut diperoleh dari rekan di arena kongres yang disampaikan lewat Grup WA “Kawal MIO Indonesia” yang dibuat jelang penyelenggaraan Kongres.

"Apaan coba, mirip jualan sayur di pasar pagi. Kita mah teriak mosi tidak percaya," tambah  putra  asal Aceh itu kepada Media ini menirukan rekannya tadi.
 
Darikiri yandri,rully, Astrid dan ikin

Lain halnya pendiri MIO dari kota Padang, Martha syaflina yang diundang meski sudah keluar lebih dulu dari kepengurusan beberapa bulan setelah MIO didirikan.

Dia menerangkan bahwa Organisasi yang diinisiasi mantan Ketum DPP Ikatakan Penulis Dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Haji Taufiq Rahman,S.Sos,SH pendirian MIO ini hanya akal-akalan orang yang mau cari duit. Administrasinya amburadul, tidak ada keterbukaan, semuanya serba tertutup.

"Ini Organisasi atau perusahaan sih. Anehnya, ada forum tertutup setelah kita selesai bahas satu urusan di forum terbuka, dan tidak ditahu apa hasilnya," tutur Martha yang dihubungi via WA tadi malam, sabtu 26/11/2022.
 

Martha menceritakan kalau keritikannya bahwa pengadaan kongres itu dadakan, tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Dia tahunya dari Ketua MIO DKI Jakarta, Agung Kakang. “Kepemimpinan MIO itu memang lucu, dan ambisius yang nggak jelas,” tegasnya dalam menggambarkan Kongres yang memanas itu.

Yang pasti, dalam pantauan awak Media ini di WA Grup Kawal  MIO Indonesia tampak tumpahan beragam celetukan. Martha misalnya, ia memposting rekaman bernada ngakak, sebagai pandangan mata atas dinamika penuh kongkalikong yang mengemuka di ruang Kongres yang kian “liar” itu.

“Aduh aku ngakak, sumpah ngakak ngakak. Kini kita semua dipecat yang vokal semuanya huahahahaha,” nyanyi rekaman Martha di WA Grup.
 

Setelah melempar rekamannya, Martha lantas menyusul dengan satu narasi pendek, yakni  kayak munas partai apa gitu. Narasi Martha ini  adalah gambaran kekacauan Munas tadi malam.

“Bendum (bendahara umum,red) dan wabendum (ketum perkumpulan pemimpin redaksi indonesia,red) Ikin Roikin resmi dipecat. Akhirnya saya dipecat jadi Bendum. Siap2 ajaa botol melayang kata Yandri,” timpal Bendum Astrid yang duduk paling depan bersama sang ketua bidang internal Yandri.

Celoteh wanita  cantik Astrid itu dibalas Martha dengan kata lempar ke Yogie hahahaha. “Frans (Sekjend siluman lantaran mengganti sekjen sebenarnya M.Junaidi,  red) ngejilaat hahahaha,” tembak Martha.

Astrid lantas menyambung, Yandri mulai ngamuk nih. “Wah, singa dan harimau didepan semua tuh. Saya tunggu  kursi terbang aja...cc Yandri, pemred liputan86,” sambung Dimas.
 

Kegaduhan Kongres I MIO kali ini dikomen pula wabendum Ikin Roikin.“Cieee, yang ngebet mau jadi ketum lagi nih yeeee,” sindirnya. “Itu foto aku disampingnya Anto dipotongnya, padahal saya ada disamping Anto tuh, “ ujar Ikin dalam mengontari foto berita ini yang diposting rekannya di WA Grup sejam lalu, malam ini.

Nah, jika sudah begini jadinya apakah stakeholder serta publik masih percaya MIO yang katanya berfungsi sebagai lembaga kontrol sosial lewat karya junalistiknya ?

Untuk keseimbangan berita, awak media ini pun lantas lakukan upaya konfirmasi ke Yogi. Namun sayang, monor 0813 16907xxx punya Yogi tak dapat dihubungi.

Akan tetapi, sesaat sebelum berita ini dipublis, Media ini tiba-tiba mendapat jaringan pribadi (japri) dari pihak yang tak sedia disebutkan namanya. Japrian itu diduga berasal dari Ketua Dewan pakar MIO pusat, Taufiq Rahman, S.Sos,SH kepara ketua MIO Daerah.

 
Kadiv Advokasi MIOPusat, Hasanudin Lamatta

“Pagi pak Agung, Bram, Novi, Eva, Harto, Ferian, Ashari, salam sehat. Terkait dinamika yang terjadi di MIO diabaikan saja, karena itu ulah oknum yang tidak suka kepemimpinan Yogi Cs,” bunyi japri Taufiq Rahman.

Ditegaskan mentor bagi  lahirnya IPJI, PWO IN, IMO, MOI dan MIO itu, anggap saja sebagai dinamika, toh selama ini  kepemimpinan Yogi sudah cukup baik. Apalagi, kita akan menyongsong Munas yang rencananya Nopember mendatang.

“Kita harus kompak dan semangat membesarkan MIO. Demikian harapan saya, amiin, “ himbaunya. Kabarnanya himbauan wartawan senior, sekaligus penanggung jawab Tabloid Skandal itu disebar pada jelang Kongres.
 
Tapi baiklah. Apapun itu, yang jelas suka tidak suka, Kongres I yang tidak dihadiri Yogi itu adalah ajang melegitimasi kepemimpinan sesat dan arogan semata, setelah Yogi kembali menakodai MIO untuk lima tahun kedepan. Sementara sekjendnya tetap Frans dengan bendum baru, Ani. (tim)


 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : BCA 7920973498