Media Asing Ramai Bunyikan Dua Lagi Personel TNI Pasukan Perdamaian Gugur di Lebanon
infoaktual.id Beirut || Media asing ramai melaporkan dua lagi personel TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian UNIFIL gugur dalam ledakan di Lebanon, Senin (30/3/2026).
Seperti dikabarkan Kompas.com pagi ini pukul 06.03 Wib, bahwa kantor berita Internasional yang berbasis di London, Inggris, Reuters hari selasa (31/3/2026) terbitkan artikel berjudul "Two peacekeepers killed in Lebanon were Indonesian, UN says" di situs web mereka.
Disebutkan bahwa menurut Kepala pasukan penjaga perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, dua pasukan penjaga perdamaian yang tewas dalam ledakan di Lebanon selatan adalah warga negara Indonesia.
Media Internasional BBC dan lembaga penyiaran publik nasional Kanada, CBC juga bilang hal serupa, yakni dua personel UNIFIL yang gugur dalam insiden itu berasal dari Indonesia.
Penjelasan UNIFIL UNIFIL sendiri mengeluarkan rilis pada Senin malam terkait insiden yang menewaskan dua lagi personel pasukan perdamaian mereka. Tetapi, mereka tidak menyebut asal negara maupun identitas personel itu.
UNIFIL menjelaskan, dua TNI personel pasukan perdamaian gugur tragis di Lebanon selatan setelah ledakan dengan asal-usul yang belum diketahui menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Hayyan. Sementara seorang personel ketiga mengalami luka parah, dan seorang lainnya juga terluka.
Menurut pernyataan UNIFIL, ini merupakan insiden fatal kedua dalam 24 jam terakhir. “Kami menegaskan bahwa tidak seharusnya ada orang yang harus meninggal saat menjalankan misi perdamaian,” tulis UNIFIL di situs web mereka.
Terhadap insiden ini, badan PBB tersebut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga, teman, dan rekan-rekan para pasukan perdamaian yang gugur dalam menjalankan tugas mereka.
Pula, UNIFIL mendoakan agar personel yang terluka segera pulih secara penuh dan cepat. Dan pihak UNIFIL memasikan telah meluncurkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ledakan itu.
Mereka menekankan perlunya semua pihak menegakkan kewajiban hukum internasional dan memastikan keselamatan personel serta property PBB setiap saat.
UNIFIL juga ingatkan, tindakan yang menempatkan pasukan perdamaian dalam bahaya, termasuk serangan yang disengaja, merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, serta berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
“Biaya manusia akibat konflik ini terlalu tinggi. Kekerasan, seperti yang telah kami katakan sebelumnya, harus dihentikan,” tulis UNIFIL.
Insiden sebelumnya Gugurnya dua personel UNIFIL terbaru menambah daftar korban meninggal pasukan TNI di Lebanon menjadi tiga oorang.
Sebelumnya, seorang TNI gugur akibat serangan proyektil, Minggu (29/3/2026) waktu setempat. PBB mengungkap, sebuah proyektil meledak di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
PBB kemudian bilang bahwa seorang pasukan UNIFIL lainnya mengalami luka serius akibat ledakan tersebut, dan kini dirawat di rumah sakit.
Pada insiden ini, UNIFIL mengaku tidak mengetahui asal usul proyektil itu hingga menyebabkan seorang pasukan perdamaian PBB gugur, dan telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan penyebabnya.
Tak cumaitu, sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres secara tegas mengecam insiden yang menewaskan seorang anggota pasukan perdamaian Indonesia UNIFIL.
Menurut Guterres, anggota perdamaian Indonesia tersebut gugur di tengah-tengah konflik antara Israel dengan Hizbullah.
Diinformasikan, seorang pasukan penjaga perdamaian yang mengalami luka serius dalam insiden tersebut berasal dari Indonesia.
“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, teman, dan rekan-rekan anggota pasukan penjaga perdamaian yang meninggal dunia, serta kepada Indonesia,” kata Guterres melalui akun X pribadinya. (*)