18 Oktober 2021 | Dilihat: 975 Kali
MEMBELA RRI TOLITOLI PENIPU, RRI PALU DICECAR KORBAN PEMBERITAAN
noeh21
Sikap Remeh Temeh Kabag Samsu Membuat Korban Pemberitaan Harus Berkomunikasi Seperti Ini.

Kabag Samsu Terima Korban Pemberitaan Dgn Jarak Tak Layak

Palu, Sulteng | Kalaupun misalnya ada yang salah dalam pemberitaan RRI dari sumber  itu, RRI tidak mungkin merubah beritanya karena sumbernya jelas, berdasarkan sumber.

Demikian Kabag Tata Usaha RRI Palu, Samsu ketika kemarin 16/10/2021 Pemred infoaktual.id Hasanudin menanyakan netralitas dan kewajiban Cover Both Side terkait kasus berita RRI Tolitoli hasil jumpa Pers mantan Bupati Tolitoli, Alex Bantilan yang berujung fatal itu.

Berita RRI ini fatal karena telah menipu publik, tidak sesuai kenyataan dilapangan, tidak terkonfirmasi keobjek berita, infoaktual.id dan dengan gampangnya menyebut Media realistis tanpa basa-basi itu sebagai Mendia mengada-ada.

Sebetulnya kemarin itu, Hasanudin  tidak ingin bertemu dengan siapa-siap kecuali cuma mau diskusi dengan pimpinan RRI Palu soal kasus RRI Tolitoli itu, tapi yang bersangkuta tidak sedang ditempat. Bertemu Samsu pun atas inisiatif seseorang yang mengaku bagian umum, bahwa ada pihak lain – yang ternyata Samsu – mau bertemu.

“Nah, kalaupun ada sumber lain yang mengatakan lain dari sumber itu, silahkan juga bunyi (beritakan, red), itulah Cover Both Side nya nanti – kalau begitu dimana salahnya itu berita (RRI Tolitoli, red),” nilai Samsu enteng, sambil perkenalkan dirinya Wartawan Utarma, wartawan "serba tahu".

Perkataan Wartawan Utama yang diucapkan Samsu diruang kerjanya  itu sebagai isyarat bahwa penilaiannya tentang prinsip etis jurnalistik berikut produknya seperti diutarakan tadi, jangan diragukan.

Tapi ternyata salah, sebab saat berikan penilaian, Samsu tidak cermati substansi kasusnya. Rekaman kasus berita RRI Tolitoli yang diperdengarkan kepadanya, direject dengan alasan tidak miliki waktu panjang karena ada program lain yang segra tayang.

Dan tentu, pertemuan yang terkesan remeh temeh itu – menurut ukuran infoaktual – berubah jadi perdebatan “panas”. Pengertian netralitas RRI sesuai visi misinya itu, kata pemred Hasanudin ditaroh dimana, kita masuk disitu dulu, apakah ini disebut netral, kita diskusi ini.

“Sekarang soal Cover Both Side, keseimbangan, benar enggak pernyataan sumber berita itu, jangan-jangan boong, dan ternyata memang bohong,“serang infoaktual.id agak keras hingga membuat Samsu selimpungan. Betul..betul, jadi begini tutur Samsu menjelaskan, jadi berita itu kan disampaikan apa adanya, satu.

Nah, kalau si reporter ini mendapatkan sumber dari yang satu, itulah yang diberitakan lanjut dia, terus kalau hasil pemberitaan itu ada yang keberatan, silahkan masuk, disitulah Cover Both Side nya. Tapi kalau dia tidak mau beritakan keberatan itu, situlah salahnya.

“Tapi…kalau netral ya netral karena RRI sudah memberi hak ini kedia (infoaktual, red),” ujarnya, dan Samsu terkejut manakala ditimpali Hasanudin  bahwa RRI Tolitoli tidak lakukan hak keberatan itu.

Haa? (Samsu termangu). Jadi begini Pak ujarnya kemudian, kita tidak punya kewenangan untuk mengatur itu toh, karena kita kan hanya diskusi. Adalah gambar Samsu sadari kesalahannya, sehingga dia isyaratkan anulir penilaiannya yang sudah terlanjur digembar-gembor sejak awal bersama wartawan utamanya itu.

Sebagai akibit sikap remeh temeh – menurut ukuran infoaktual – dalam menerima masyarakat korban pemberitaan di kantor penyiaran negara, RRI palu. Apalagi sampe memperkenalkan diri sebagai Wartawan Utama di ruang penyiaran publik milik negara, bukan kantor kewartawanan  PWI, AJI atau IPJI dan seterusnya.

Jadi begini saja lanjut Samsu, kalau kasusnya seperti itu, dan RRI disana tidak beritakan kenyataan sesuai hasil investigasi infoaktual.id yang sudah dicap oleh RRI Tolitoli sebaga Media pembohong, ya dilapor dikasuskan saja.

“Lapor kemana, biasanya dikasuskan kemana, kita diskusi ini sesama pers (Samsu tambah selimpungan). Makanya kita jelaskan, perdengarkan dulu (rekaman,red) baru ngomong, bapak kan utama,” cecar Hasanudin.

“Silahkan misalnya mengajukan somasi kepada RRI bahwa berita mu itu salah, “ ujar Samsu kian menyadari penilaian entengnya dan tendensius. Yang pasti, tidak cuma diajak taruhan kendaraan, RRI Tolitoli itu malah sudah disomasi ala pemred Hasanudian, mengejarnya berminggu-minggu didunia maya.

Supaya publik tercerahkan, pengejaran RRI itu dilakukan lewat WhatsApp dan Face Book (FB) Grup serta di akun FB remi RRI Tolitoli tapi hingga berita ini tayang, tidak diindahkan. Bahka pernah ditemui si reporter sekaligus pembaca berita, Andi Nur Syamsu di Polres Tolitoli untuk taruhan kendaraan, tapi dia lari.

“Apakah itu bukan penipu pengecut,” kunci koresponden Majallah Fakta dan Detektip Spionase diera tahun sembilan puluhan itu, seiring kabag Samsu janjikan akan diskusikan kasus ini dengan kepala RRI Palu.

Untuk keseimbangan berita, sekaligus merawat hubungan seprofesi sebagai lembaga kontrol sosial, upaya konfirmasi ke Samsu pun dilakukan, tapi gagal. Nomor WhatsApp yang diberikan rekan sejawatnya Arnol, tidak aktif.

“Nox jg tadi tdk sy save. Kmarin nox pk kabag (Samsu, red) ganti nmr. Klw gmn nnti senin aja pk minta kktr, tks” jawab whatsApp Arnol tadi malam pukul 19.28 waktu palu.

Ada hal penting yang harus diklarifikasi kabag Samsu, yaitu perkataan bernada arogan diruang kerjanya di kantor RRI “ini rumah saya, tolong beretika sedikit”. Pemred Hasanudian  juga mau tahu timbangan sopan santun di negara demokratis yang pluralis ini menurut ukuran jurnalis utama Samsu itu.

Sebeb, misalnya perkataan anj**g di etnis betawi, itu biasa saja tapi bagi kalangan Bugis dan Jawa, tutur seperti itu sangat tabu. Terus, meminjam sepotong narasi Roky Gerung yang intinya dalam berfikir tidak membuthkan sopan santun. Dan hal yang tidak boleh dalam kritik adalah kekerasan yang berujung kriminalitas.

Tapi baiklah, jika toh infoaktual  dinilai tidak beretika dalam melontarkan argument, itu karena arogansi Samsu sendiri.

Dia arogan karena dengan mengatas namakan RRI Palu ia menilai kasus yang tidak dia kuasai, dan sepertinya bukan ranah dia simpulkan kasus RRI Tolitoli itu, ditambah sikap tak elok, dengan mengaku ruang kerjanya di kantor RRI, dan digaji dari uang rakyat itu sebagai rumahnya. (tim)
 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963