09 Desember 2024 | Dilihat: 485 Kali
PRESIDEN ASSAD KABUR ENTAH KEMANA, FAKSI DI SURIAH SALING BEREBUT KENDALI ?
noeh21

Infoaktual.id Jakarta | Tadi malam Minggu 8/12/2024 pukul 21.02 Wib Sindonews.com menayangkan berita Damaskus tampak kacau dan menatakutkan, dengan banyaknya orang tidak tahu apa sedang terjadi saat faksi pemberontak semakin mendekat.
 

Dibeberapa pinggiran kota, simbol-simbol kekuatan dinasti Presiden Assad telah dirobohkan. Kementerian dalam negeri mengatakan mereka sedang membangun cincin baja disekitar ibu kota.

Namun, pasukan pemerintah gagal menyediakan pertahanan semacam itu di kota-kota, di kota kecil dan desa-desa yang telah jatuh ketangan faksipemberontak diseluruh negeri. Sindonews.com bilang kemana Presiden Suriah Bashar Al Assad itu kabur.

Desas-desus beredar tentang keberadaan Bashar al-Assad, dengan orang-orang memesan penerbangan masuk dan keluar dari Damaskus untuk mencari tahu apakah dia mungkin telah pergi.

Hasilnya, Presiden Suriah itu diyakini telah melarikan diri dari negara yang telah diperintah keluarganya selama 50 tahun. Pemberontak mengatakan mereka telah merebut ibu kota setelah serangan kilat yang diselesaikan hanya dalam kurun kurang dari dua minggu.

Dua perwira senior Suriah mengatakan kepada Reuters, Assad telah melarikan diri dari Damaskus, tujuannya tidak diketahui. Laporan tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Kemudian, melansir BBC tulis Sindonews, seorang penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Anwar Gargash mengatakan dia tidak tahu apakah Assad berada di UEA.

Berbicara kepada wartawan di Dialog Manama di Bahrain, Anwar Gargash menolak mengomentari spekulasi Assad mungkin mencari perlindungan di UEA.
 

"Ketika orang bertanya kemana Bashar al-Assad pergi, ini benar-benar, pada akhirnya menjadi catatan kaki dalam sejarah," katanya, sambil menambahkan saya tidak menganggapnya penting.

Seperti yang saya katakana kata dia, pada akhirnya ini benar-benar menjadi catatan kaki untuk peristiwa yang lebih besar. Gargash juga menyebut Suriah belum aman, dan masih rentan terhadap ekstremisme dan terorisme.
 

Sementara itu, Rusia mengklaim Presiden Assad kabur setelah berunding dengan pemberontak. Kementerian luar negeri Rusia mengatakan Presiden Bashar meninggalkan jabatannya, dan negaranya setelah berunding dengan peserta lain dalam konflik bersenjata, dan memberikan instruksi pengalihan kekuasaan secara damai.

 

Rusia menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam perundingan tersebut, dan bahwa pangkalan militernya di Suriah dalam keadaan siaga tinggi tetapi tidak terancam. Rusia menyatakan pihaknya berhubungan dengan semua kelompok dalam oposisi di Suriah.  

 

Rusia telah menjadi sekutu utama Assad, dimana sebelumnya menawarkan bantuan militer kepadanya agar tetap berkuasa.

 

Presiden Assad kabur tinggalkan masalah besar, dan Suriah terpecah belah, dengan luka mendalam akibat perang saudara selama bertahun-tahun yang belum sembuh, meskipun kebuntuan dan status quo yang berlangsung selama sekitar empat tahun, hingga satu setengah minggu yang lalu.

 
Status paria Assad telah berakhir diantara sesama pemimpin Arab, tetapi tidak ada kemajuan yang dicapai di Suriah untuk membangun masa depan yang layak bagi rakyatnya setelah perang.

 

Namun, kehadiran Presiden Assad tampaknya menjadi segel, meskipun tidak memuaskan, lantaran konflik mematikan yang berkecamuk selama bertahun-tahun.


Jika dia sekarang tidak lagi berkuasa, kekosongan kekuasaan akan muncul kembali, tanpa indikasi yang jelas tentang bagaimana kekosongan itu akan diisi, dan tidak ada oposisi bersatu yang siap mengambil alih sebab faksi pemberontak miliki sejarah perpecahan internal.

Kelompok yang mempelopori pemberontakan baru terhadap Presiden Assad miliki dasar dalam ekstremisme Al Qaeda. Pemimpinnya coba meyakinkan masyarakat lain bahwa kelompok itu tidak akan memaksakan ideologinya kepada mereka, tapi tetap khawatir apa yang mungkin terjadi.

Akan ada ketakutan yang lebih luas bahwa Suriah dapat jatuh kedalam keadaan yang lebih buruk lagi, karena adanya berbagai faksi saling bertempur untuk perebutkan kendalidi negara itu.

Di wilayah sudah sangat tidak stabil dan mudah berubah, hal itu dapat memicu kerusuhan yang lebih berbahaya.

Akan tetapi, setidaknya untuk saat ini, banyak warga Suriah, baik di dalam maupun di luar negeri bersatu oleh harapan yang menurut banyak orang tidak akan pernah mereka alami lagi.

Yang pasti, mereka mungkin dapat kembali ke rumah mereka masing-masing yang telah lama hilang dalam perang pahit yang dipicu oleh penindasan Assad terhadap protes dan perbedaan pendapat pada 2011. (ahm/hl)

 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

Jalan Anoa No 27 Palu  0822-960-501-77
E-Mail : Infoaktual17@yahoo.com
Rek : mandiri 1510005409963