OMBUDSMAN ASAL BUNYI MELIHAT POLRI AYOMI AKSI TEMPEL STICKER VAKSINASI
Masker hitam : Kombes Pol Yusri
Jakarta | infoaktual.id | Polda Metro Jaya terus mengayomi dan melayani masyarakat, termasuk mengedukasi Rakyat soal kesehatan di tengah pandemi Covid-19, antara lain vaksin.
Adalah program Vaksinasi Merdeka yang berakhir pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-76, 17 Agustus 2021 – tapi sayang Ombudsman Jakarta Raya tiba-tiba baru berteriak terkait penempelan stiker di rumah warga yang belum divaksin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menjelaskan tidak ada penyalahgunaan wewenang terkait penempelan stiker. Diterangkan Kombes Yusri, ini berawal dari program gerakan vaksiniasi merdeka yang mengedepankan relawan.
Kemudian, karena RT merupakan pihak yang mengetahui warga mana yang belum divaksin, lalu berinisiatif menempel stiker di depan rumah.
"Kan ada relawan yang melakukan, dalam hal ini (penempelan stiker), kami hanya mengayomi. Ada komunikasi dengan Pak RT, dia tempelin di depan rumah warga. Setelah tahu ada stiker, barulah orang yang digerai datang ke situ jemput bola, door to door. Begitu kerjanya,” ujar Yusri Yunus, Kamis (19/8/2021).
Kalau orang digerai jemput bola tambahnya, kalau tidak ada kasih tanda-tanda mana-mana rumah yang belum divaksin kan mana bisa. Susah nyarinya,”Lihat tujuan dan niat baik kami untuk kesehatan masyarakat inikan. Penempelan stiker bertujuan untuk kebaikan warga,” sambungnya.
Seperti diketahui, pernyataan Ombudsman baru ramai setelah selesai pelaksaan vaksinasi merdeka ini, membuat dirinya heran. Padahal proses vaksiniasi Merdeka telah selesai pada tanggal 17 Agustur.
"Inikan sudah kita kerjakan, dan tuntaskan pada tanggal 17 (Agustus 2021). Sudah selesai inikan. Kok pada baru ribut sekarang ?. Itu jemput bola yang dilakukan, itu inisiatif yang bagus jemput, door to door. Jangan diributkanlah, justru dibantu menjaga kesehatan masyarakat,” tandas Kombes Pol Yusri Yunus.(bravo8news.com/pmj/din)