Tagar Percuma Lapor Polisi, Kapolri Sigit : INI TAK BISA DIBIARKAN..!
Infoaktual.id Jakarta | Diakhir tahun 2021 ramai dibunyikan tagar percuma lapor Polisi oleh Nitizen, termasuk salah seorang pelapor dugaan penyerobotan kebun kelapa Hasanudin di Tolitoli Sulawesi Tengah yang menyebut profesionalime Polisi sesat dan “menjijikan”. Tehadap ini, Kapolri Sigit lantas merepon dengan mengatakan ini tak bisa dibiarkan.
Kapolres Tolitoli, AKBP Budhy Batara
Narasi “menjijikan” itu meluncur lantaran kesal tidak menemukan hukum yang tegak di lidik terduga penyerobot mantan Bupati Tolitoli, Alex Bantilan Cs – tengok edisi 8/12/2021 Ekor Kasus Mantan Bupati Alex Bantilan : POLISI AGAERO, MAGIJE POLISI DENNA SAMA PENDAPA HUKUNNA, NEGARA AGAIYE ?
Mantan Bupati Tolitoli, Alex Bantilan
Seperti dilansir Merdeka.com 31/12/2021, tagar itu adalah bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Keluhan terhadap polisi ada diberbagai kota di tanah air, sebabkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat bicara.
Jenderal Sigit menanggapi tagar tersebut sebagai bahan evaluasi. Tak bisa dibiarkan berlarut tegas Kapolri, terutama akibat para oknum mencoreng nama baik kepolisian.
Melansir akun resmi Instagram @divisihumaspolri pada Kamis (30/12) tulis Merdeka.com, mengunggah video saat Kapolri Listyo Sigit di Mabes Polri : Kapolri respons taggar percuma lapor polisi. Jenderal Sigit menyinggung mengenai kritik dan saran masyarakat, dengan memviralkan tagar percuma lapor Polisi. Hal ini ditanggapi serius olehnya.
"Munculnya tagar percuma lapor Polri, tentunya menjadi fenomena yang harus kita tindak lanjuti. Ini tidak bisa kita biarkan," tegas Sigit. Menurut Jenderal Sigit, diperlukan langkah dan rencana yang konkret untuk memperbaiki institusi Polri. Kapolri ingatkan para atasan dimasing-masing wilayah penugasan untuk sepatutnya mulai dari sekarang mengawasi pelayanan bawahannya.
"Harus ada langkah-langkah konkret, melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga kemudian hal-hal ini tidak terulang kembali. Cek lagi ke bawah, perilaku, penanganan-penanganan, pelayanan yang dilakukan oleh anggota kita," ujar Sigit.
Tak berhenti di situ, Sigit menegaskan supaya para komandan disetiap satuannya untuk mengingatkan dan menanamkan kepada bawahan mengenai pelayanan yang baik.
Seperti diamanatkan Tri Brata Polri, sejatinya tugas dan fungsi polisi ialah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.
"Ingatkan-ingatkan, tanamkan itu setiap hari. Berikan contoh, turun ke lapangan, cek apakah semua sudah berjalan dengan baik. Ada koreksi, ada kritik dari masyarakat, kita terima sebagai bagian dari evaluasi kita untuk membawa institusi menjadi jauh lebih baik," pungkasnya. (kurnia azizah/tim).